KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pelabuhan Balikpapan menjadi pintu utama lalu lintas ekspor Kalimantan Timur sepanjang Januari-Agustus 2026. Kontribusinya mencapai 28,73 persen dari total ekspor daerah, jauh di atas sejumlah pelabuhan muat utama lainnya.
Nilai ekspor melalui Pelabuhan Balikpapan selama delapan bulan pertama 2026 mencapai USD4,13 miliar. Capaian tersebut meningkat 8,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Selama periode Januari-Agustus 2026, nilai ekspor dari Pelabuhan Balikpapan menyumbang 28,73 persen terhadap total ekspor Kaltim,” beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mas’ud Rifai.
Secara bulanan, kinerja Pelabuhan Balikpapan juga menunjukkan penguatan. Nilai ekspor pada Agustus mencapai USD561,32 juta, naik 20,71 persen dibandingkan Juli USD465 juta. Bahkan, capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara lima pelabuhan utama Kaltim pada Agustus.
Baca Juga: Pasca Terpisahnya Sektor IKM dari BPU, Bapelitbang Lakukan Pendekatan Hulu hingga Hilir
Pelabuhan Samarinda berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor USD398,68 juta. Namun, dibandingkan Juli, kinerjanya terkoreksi 7,02 persen dari USD428,79 juta. Meski begitu, secara kumulatif kontribusinya tetap besar, yakni 19,92 persen atau senilai USD2,86 miliar.
Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Bara mencatat ekspor USD313,53 juta pada Agustus. Nilai tersebut tumbuh 11,67 persen secara bulanan dan 31,10 persen dibandingkan Agustus 2025. Sepanjang Januari-Agustus, kontribusinya mencapai 13,93 persen dengan nilai USD2,00 miliar.
Pergerakan berbeda terjadi di Pelabuhan Tanjung Redep dan Bonthan Bay. Ekspor melalui Tanjung Redep turun 13,44 persen secara bulanan menjadi USD169,37 juta, sedangkan Bonthan Bay terkontraksi 27,93 persen menjadi USD155,22 juta.
Meski dua pelabuhan terakhir mengalami penurunan, secara agregat lima pelabuhan utama masih mencatat pertumbuhan. Nilai ekspor dari Balikpapan, Samarinda, Tanjung Bara, Tanjung Redep, dan Bonthan Bay mencapai USD1,60 miliar pada Agustus, naik 0,79 persen dibandingkan Juli.
Baca Juga: Upaya Mempertahankan Tipologi B, BBI Penajam Berencana Dimekarkan Menjadi UPT
Kelima pelabuhan tersebut secara kumulatif menyumbang USD11,91 miliar atau 82,85 persen terhadap total ekspor Kaltim sepanjang Januari-Agustus 2026. Adapun pelabuhan lainnya berkontribusi 17,15 persen dengan nilai USD2,46 miliar. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo