KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekspor asli Kalimantan Timur mengalami koreksi pada Agustus 2026. Nilainya turun 2,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi USD1,90 miliar. Namun, pelemahan tersebut tidak terjadi di seluruh sektor.
Penguatan sektor industri menjadi salah satu catatan dalam perkembangan ekspor asli Kaltim pada Agustus. Nilai ekspor sektor tersebut meningkat hampir separuh dibandingkan Juli.
“Secara lebih terperinci, komoditas nonmigas yang mengalami kenaikan yaitu komoditas hasil industri sebesar 49,68 persen atau menjadi USD579,09 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Kenaikan sektor industri menjadi kontras di tengah penurunan ekspor hasil tambang. Pada Agustus, nilai ekspor hasil tambang tercatat USD1,23 miliar atau turun 16,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD1,48 miliar.
Baca Juga: Lumpuh Imbas Gulma Air, Pendapatan Wisata Bamboe Wanadesa Balikpapan Merosot Drastis
Ekspor hasil pertanian juga mengalami kontraksi. Nilainya menyusut 49,35 persen menjadi USD1,56 juta. Sementara sektor migas justru tumbuh 13,55 persen secara bulanan, dari USD76,29 juta menjadi USD86,63 juta.
Secara keseluruhan, nilai ekspor asli Kaltim pada Agustus mencapai USD1.900,58 juta, turun dari USD1.942,57 juta pada Juli. Meski demikian, capaian tersebut masih tumbuh 3,52 persen dibandingkan Agustus 2025.
Jika dilihat secara kumulatif, ekspor asli Kaltim sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai USD13,97 miliar. Angka tersebut meningkat 2,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Struktur ekspor asli Kaltim hingga Agustus masih sangat didominasi sektor nonmigas. Kelompok tersebut menyumbang 95,61 persen dari total ekspor kumulatif, dengan hasil tambang menjadi kontributor terbesar sebesar 70,58 persen. Hasil industri menyumbang 24,84 persen, sedangkan migas berkontribusi 4,39 persen.
Baca Juga: Ekspor Kaltim Tertekan Sektor Tambang, Turun 16,61 Persen pada Agustus
Dari sisi asal pelabuhan, sebagian besar ekspor asli Kaltim pada Agustus masih diberangkatkan melalui pelabuhan yang berada di wilayah Kaltim. Nilainya mencapai USD1,88 miliar.
Sementara itu, ekspor asli yang menggunakan pelabuhan di luar Kaltim tercatat USD23,33 juta. Pengiriman tersebut terutama melalui pelabuhan di Jawa Timur senilai USD14,40 juta dan DKI Jakarta USD8,75 juta. Adapun melalui Bali tercatat USD0,13 juta, sedangkan provinsi lainnya USD0,05 juta. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo