Impor Kaltim Turun, Aktivitas Lima Pelabuhan Bongkar Melambat 14,85 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:05 WIB
BULANAN: Nilai impor lima pelabuhan utama Kaltim secara bulanan turun dari USD690,61 juta menjadi USD588,08 juta.
BULANAN: Nilai impor lima pelabuhan utama Kaltim secara bulanan turun dari USD690,61 juta menjadi USD588,08 juta.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas bongkar barang impor di sejumlah pelabuhan utama Kaltim mengalami perlambatan pada Agustus 2026. Nilai impor yang dibongkar melalui lima pelabuhan utama turun 14,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai impor melalui lima pelabuhan bongkar utama pada Agustus mencapai USD588,08 juta. Pada Juli, nilainya masih berada di angka USD690,61 juta.

“Jika dibandingkan dengan Juli 2026, nilai impor pada 5 pelabuhan utama mengalami penurunan 14,85 persen, atau dari USD690,61 juta menjadi USD588,08 juta pada Agustus 2026,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.

Penurunan terutama terlihat pada Pelabuhan Balikpapan yang selama ini menjadi titik bongkar terbesar. Nilainya berkurang 17,64 persen secara bulanan, dari USD595,32 juta menjadi USD490,33 juta.

Baca Juga: Karhutla Samarinda Tembus 608 Hektare, Helikopter Water Bombing Ditarik ke Provinsi Tetangga

Kontraksi lebih dalam terjadi di Bonthan Bay. Nilai impor melalui pelabuhan tersebut anjlok 41,70 persen menjadi USD11,77 juta. Kariangau juga turun 1,78 persen menjadi USD16,56 juta.

Di sisi lain, Tanjung Bara justru mencatat pertumbuhan. Nilai impor yang dibongkar meningkat 28,66 persen dari USD39,18 juta pada Juli menjadi USD50,41 juta pada Agustus. Sepinggan (U) relatif stabil dengan penurunan tipis 0,26 persen menjadi USD19,01 juta.

Jika dilihat secara tahunan, kinerja lima pelabuhan utama masih mencatat pertumbuhan 94,02 persen. Nilai impornya pada Agustus jauh lebih tinggi dibandingkan USD303,10 juta pada Agustus 2025.

Di tengah perubahan bulanan tersebut, Balikpapan tetap memegang posisi dominan dalam distribusi impor Kaltim. Sepanjang Januari-Agustus 2026, nilai impor yang dibongkar di pelabuhan tersebut mencapai USD4,58 miliar.

Baca Juga: Atasi Sinyal Lemot, Ini Cara Mudah Gunakan Fitur Peta Offline di Google Maps

“Selama periode Januari-Agustus 2026, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 87,10 persen terhadap total impor Kaltim,” ujar Mas’ud.

Tanjung Bara menjadi pelabuhan dengan kontribusi terbesar berikutnya, yakni 4,17 persen. Kemudian Sepinggan (U) menyumbang 2,65 persen, Kariangau 2,56 persen, dan Bonthan Bay 1,62 persen.

Secara keseluruhan, lima pelabuhan tersebut menangani 98,10 persen dari total impor Kaltim selama Januari–Agustus 2026. Nilainya mencapai USD5,16 miliar dari total impor Kaltim sebesar USD5,26 miliar.

Meski aktivitas bongkar di lima pelabuhan utama terkoreksi secara bulanan, impor Kaltim secara kumulatif masih tumbuh 70,78 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Logistik Pelabuhan BPS KALTIM Ekonomi Kaltim pelabuhan balikpapan impor kaltim