KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Pengusaha nasional asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, terus memperluas ekspansi bisnisnya di sektor pertambangan dan energi. Melalui PT Jhonlin Baratama, target akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) resmi ditingkatkan, berbarengan dengan langkah penjaminan saham emiten afiliasinya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kepastian aksi korporasi tersebut tertuang dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor 096/EXT-CORSEC/JARR/X/2026 tertanggal 7 Oktober 2026. Dalam laporan yang disampaikan Direktur JARR Temmy Iskandar, diungkapkan bahwa penandatanganan akta gadai saham telah dilaksanakan pada 30 September 2026.
Baca Juga: Dana Karbon Kaltim Sasar 100 Desa, Penguatan Masyarakat Jadi Fokus
Perkembangan anyar ini menandai perubahan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (Conditional Stock Purchase Agreement) antara PT Jhonlin Baratama dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pihak penjual.
Semula, porsi saham BYAN yang direncanakan untuk dialihkan berjumlah 10.000.000.500 lembar atau setara 30 persen. Namun, pasca-perubahan perjanjian, volume saham yang dibidik membengkak menjadi 10.084.088.370 lembar saham.
Baca Juga: Biznet Bangun AI-Ready Data Center Ramah Lingkungan di Bali, Ini Deretan Keunggulannya
Penambahan sebanyak 84.087.870 lembar saham tersebut mendongkrak total porsi akuisisi naik menjadi sekitar 30,25 persen. Kendati demikian, penyelesaian transaksi skala besar ini masih menunggu pemenuhan sejumlah syarat pendahuluan (preliminary conditions).
Secara bersamaan, pemegang saham pengendali JARR, PT Eshan Agro Sentosa, juga resmi menggadaikan sebanyak 7.997.556.204 lembar saham miliknya kepada Bank Mandiri sebagai bagian dari penjaminan fasilitas.(*)