BALIKPAPAN — Biznet bersiap merampungkan pembangunan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS) 2 yang menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Infrastruktur ini dihadirkan untuk menekan kesenjangan digital sekaligus memberi kesempatan bagi warga Kalimantan menikmati kualitas jaringan internet yang seimbang dengan Jakarta.
Branch Supervisor Biznet Balikpapan, Dahlan Idrus, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menyelesaikan pembangunan kabel backbone bawah laut dari Gresik (Jawa Timur) menuju Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, melintasi Tanah Grogot, hingga nantinya menjangkau Samarinda dan Sangatta.
Khusus wilayah Kalimantan, cable landing station atau fasilitas stasiun pendaratan kabel ditempatkan di Takisung, Kalimantan Selatan.
“Kami sudah mendapatkan lokasinya, tinggal menunggu eksekusi pembangunan kabel bawah laut,” ujar Dahlan.
Langkah ini juga merespons lonjakan penetrasi internet nasional. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia meningkat hingga 81,72 persen pada 2026.
Tingginya kebutuhan konektivitas ini menuntut pondasi digital yang kuat untuk menopang aktivitas masyarakat serta operasional bisnis.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut di Bumi Etam, Biznet telah mengoperasikan masing-masing dua kantor cabang di Balikpapan dan Samarinda. Ekspansi jaringan pun terus digenjot ke berbagai daerah lain.
“Kami berencana hadir di Tenggarong, Sepaku, Petung, Babulu, Grogot, hingga Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Saat ini, pelanggan aktif Biznet di Kaltim telah mencapai sekitar 5.000 homepass jaringan atau setara dengan 40 ribu titik. Teranyar Biznet menyediakan layanan internet berkapasitas bandwidth hingga 300 Mbps dengan harga mulai dari Rp175 ribu.
Pemerataan akses ini sejalan dengan komitmen Biznet untuk memperkecil digital gap di Indonesia. Dalam momun ulang tahun ke-26, Biznet juga menghadirkan program promo peningkatan bandwidth dari 100 Mbps menjadi 200 Mbps tanpa kenaikan harga, yakni tetap Rp150 ribu.
“Kami bukan sekadar memperbesar infrastruktur, tetapi fokus memberikan kualitas internet terbaik. Building innovation, connection, accessibility, opportunities, and experiences,” pungkas Dahlan. (*)
Editor : Ismet Rifani