Arus Kargo Luar Negeri Balikpapan Melesat 1.400 Persen, Tembus 9.840 Ton

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:23 WIB
MELONJAK: Pergerakan barang luar negeri yang dibongkar di pelabuhan Balikpapan pada Agustus 2026 tercatat mencapai 7.987 ton.
MELONJAK: Pergerakan barang luar negeri yang dibongkar di pelabuhan Balikpapan pada Agustus 2026 tercatat mencapai 7.987 ton.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto mengungkap, secara tahunan, performa barang yang dimuat ke kapal luar negeri juga memperlihatkan penguatan nyata, sebesar 75,81 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 1.054 ton.

Akumulasi dari arus bongkar dan muat komoditas luar negeri tersebut akhirnya mengunci angka 9.840 ton pada Agustus 2026, melesat lebih dari 1.400 persen secara bulanan kendati masih terkoreksi tipis 5,79 persen secara tahunan.

Sejalan dengan kenaikan tonase barang, frekuensi sandar armada kapal berbendera asing di perairan Balikpapan turut mengalami penambahan.

"BPS mencatat, jumlah kunjungan kapal luar negeri mencapai delapan unit armada sepanjang Agustus 2026, atau meningkat 33,33 persen dibandingkan Juli 2026 yang berjumlah enam unit," tuturnya.

Baca Juga: Bongkar Muat Luar Negeri di Balikpapan Melesat 1.497 Persen, Capai 9.840 Ton

Meski frekuensi kapal bulanan naik, angka delapan unit kapal tersebut masih terpaut jauh atau anjlok 78,38 persen jika dikomparasikan dengan performa Agustus 2025 silam.

Marinda menegaskan bahwa dinamika operasional pelabuhan di Balikpapan pada Agustus 2026 bergerak dengan ritme yang tidak seragam di setiap sektor.

"Dinamika pelabuhan Balikpapan pada periode ini tidak bergerak dalam satu arah, ada pemulihan nyata di jalur mancanegara di tengah penyesuaian arus logistik lokal," tegas Marinda.

Ia menerangkan, ketika angkutan domestik menghadapi perlambatan volume muatan serta penurunan kunjungan kapal, aktivitas kargo luar negeri justru menjadi penopang utama pertumbuhan bulanan.

Baca Juga: Yusril Sebut Gibran Atasan Menteri, Pilih Tak Berkomentar soal Polemik Ijazah Wapres

Fenomena kontras ini mencerminkan bahwa denyut logistik laut Balikpapan sangat bergantung pada dinamika proyek strategis serta perubahan pola pengangkutan barang di kawasan industri maupun penyangga sekitarnya.

Selain faktor proyek, pergeseran moda pengiriman kargo antarpulau turut memengaruhi catatan statistik pelabuhan umum seperti Pelabuhan Semayang.

"Penurunan barang yang dibongkar dan dimuat di Pelabuhan Semayang juga berkaitan erat dengan adanya pengalihan pengangkutan kargo melalui peti kemas menggunakan kapal roro," jelas Marinda.

Pergeseran pola logistik dan pemulihan arus kargo internasional ini menegaskan peran strategis Pelabuhan Balikpapan sebagai urat nadi perdagangan regional Kalimantan Timur yang terus beradaptasi dengan kebutuhan industri.

"Penggunaan armada kapal roro (roll-on/roll-off) dengan muatan kontainer dinilai lebih efisien dan fleksibel oleh para pelaku usaha logistik untuk rute-rute tertentu, sehingga mengubah peta distribusi kargo konvensional," tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Logistik Kaltim Kargo Internasional pelabuhan balikpapan BPS Balikpapan pelabuhan semayang