KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Berawal dari sambal rumahan yang hanya mampu bertahan satu-dua hari, Ilham Dika justru melihat peluang yang lebih besar. Owner Sambel Botol Kita itu menghabiskan waktu sekitar setahun untuk mengutak-atik resep hingga menghasilkan sambal botolan yang bisa disimpan jauh lebih lama.
Ide tersebut bermula dari sang kakak yang sebelumnya memiliki usaha rumah makan. Sambal racikannya mendapat respons positif dari pelanggan karena rasanya dinilai enak. Namun, umur simpannya menjadi persoalan. “Orang-orang bilang sambalnya enak nih. Nah, kalau dulu jual (sambalnya) frozen, supaya awet. Jadi harus masukin freezer dibekukan,” kata Ilham.
Cara tersebut dinilai kurang praktis. Konsumen harus mengeluarkan sambal dari freezer dan menunggu hingga mencair sebelum disantap. Ilham kemudian mulai mencari cara agar sambal tetap memiliki rasa yang konsisten sekaligus lebih praktis dikonsumsi.
Baca Juga: Pilihan Baru Hangout Jumat Malam, Platinum Hotel Balikpapan Hadirkan Barbecue di Rooftop
Eksperimen dilakukan berulang kali. Ia bahkan memberikan sampel kepada orang-orang yang ditemuinya untuk mendapatkan masukan mengenai rasa, tingkat kepedasan hingga tingkat keasaman. “Jadi beberapa orang saya kasih-kasih terus. Dulu kan saya punya pabrik kerupuk. Nah, itu semua saya kasih tester pelanggan. Karena kerupuk itu kan sama sambal ini cocok,” ujar pria kelahiran 1986 itu.
Dari berbagai masukan tersebut, Ilham akhirnya mempertahankan satu varian. Ciri khasnya adalah sensasi segar dari jeruk yang membuat sambal tersebut berbeda dari produk sejenis.
Proses pengembangan tidak berhenti pada rasa. Ilham juga mencari formula agar produknya memiliki daya simpan lebih panjang. Ia berkonsultasi dengan pihak yang memahami bahan baku dan kemudian memastikan penggunaan bahan pengawet sesuai ketentuan.
Setelah melalui berbagai percobaan, sambal tersebut mampu bertahan hingga sekitar satu tahun dengan rasa yang tetap konsisten. Bagi Ilham, proses panjang itu menjadi bagian penting sebelum produk benar-benar dilempar ke pasar.
Baca Juga: Menikmati Sensasi Eleven BBQ dan Sunset di Rooftop Platinum Balikpapan
Sambel Botol Kita kemudian diluncurkan pada September 2025. Pada awalnya, penjualan masih mengandalkan lingkungan terdekat dan kanal daring. Produk mulai masuk ke swalayan pada November tahun yang sama.
Dari sana, permintaan perlahan meningkat. Produk yang semula dibuat dalam kapasitas kurang dari 1.000 botol per bulan kini menghadapi permintaan yang jauh lebih besar. Ilham mengatakan perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa sambal yang awalnya hanya dikembangkan dari kebutuhan rumah makan ternyata memiliki pasar yang lebih luas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo