KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah gangguan penerbangan akibat serangan rudal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, jamaah umrah asal Balikpapan, Paksi Sandang Prabowo, mengabarkan situasi yang kondusif saat tiba di Jeddah. Proses kedatangan hingga perjalanan darat menuju Makkah berlangsung lancar tanpa pengetatan keamanan khusus.
Seperti diketahui, serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, terjadi pada Sabtu (10/10). Insiden tersebut menewaskan belasan orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Operasional bandara sempat dihentikan untuk pemeriksaan keamanan, sementara sejumlah penerbangan mengalami gangguan. Sehari berselang, Minggu (11/10), serangan kembali dilaporkan terjadi di bandara tersebut.
Paksi berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (16/10) pukul 17.30 WIB. Dia terbang langsung menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, sehingga tidak melalui Riyadh yang sebelumnya terdampak serangan. “Alhamdulillah aktivitasnya lancar seperti biasa. Enggak ada pengetatan ataupun pengawalan tertentu,” kata Paksi, Minggu (18/10).
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Makin Pakat, Seluruh Penerbangan di Bandara Pattimura Ambon Batal
Dia menjelaskan, proses pemeriksaan imigrasi setibanya di Jeddah juga berjalan normal. Tidak ada kendala berarti yang dialami selama memasuki wilayah Arab Saudi. Setelah menyelesaikan proses kedatangan, Paksi bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Makkah.
Perjalanan darat itu memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan jarak tempuh kurang lebih 80 kilometer. Sepanjang perjalanan, dia tidak melihat adanya penjagaan militer khusus ataupun pemeriksaan di tengah jalan “Selama perjalanan ke Mekkah, enggak terlihat ada militer setempat yang berjaga-jaga ataupun ada pemeriksaan di tengah jalan,” ujarnya.
Pengalaman Paksi memberikan gambaran bahwa perjalanan jamaah yang tiba melalui Jeddah dapat berlangsung lancar di tengah situasi keamanan regional yang memanas. Namun, kondisi tersebut terbatas pada rute yang dilaluinya dan tidak serta-merta mencerminkan situasi seluruh bandara maupun penerbangan di Arab Saudi.
Baca Juga: Gelar Fuso Campaign 2026, PT MBS Perkuat Kemitraan dan Kuasai 55 Persen Market Share di Kaltim
Dilema Musim Liburan di Tanah Suci
Sementara itu, Desember biasanya menjadi masa puncak kunjungan atau high season di Arab Saudi. Situasi ini memicu lonjakan biaya akomodasi di sekitar Mekkah dan Madinah yang cukup tajam dibandingkan hari-hari biasa.
Owner Hariza Tour and Travel Balikpapan Yanti mengungkapkan bahwa lonjakan biaya penginapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi calon jemaah. Meski demikian, animo masyarakat untuk berangkat bersama keluarga di pengujung tahun tetap tidak surut.
"Kalau high season itu sampai tanggal 17 Januari, setelah itu jadi medium season. Kebanyakan orang tua memilih berangkat di bulan Desember karena bertepatan dengan libur sekolah. Harga hotel yang di sana bisa naik dua kali lipat hingga tiga kali lipat, bukan harga paketnya," tutur Yanti.
Untuk menyiasati kebutuhan jemaah yang beragam, pelaku usaha perjalanan ibadah merancang beberapa variasi fasilitas. Hariza Tour sendiri menyediakan opsi paket bintang 3, bintang 4, dan bintang 5 dengan rentang harga mulai dari Rp 34 juta, Rp 37 juta, hingga Rp 42 juta agar tetap dapat dijangkau masyarakat.
Tantangan perjalanan akhir tahun ini kian bertambah seiring dinamika global dan isu keamanan. Menghadapi situasi tersebut, koordinasi ketat terus dijalin bersama 32 biro perjalanan yang tergabung dalam Forum Travel Haji dan Umroh Kalimantan Timur guna memantau keselamatan jemaah.
"Harapan kita kondisi segera membaik. Berangkat umrah ini bukan hanya soal punya uang, selain izin Allah, kondisi alam juga berpengaruh. Kemarin ada erupsi, sekarang ada isu keamanan. Semoga teman-teman tetap semangat dan amanah menjalankan amanah para jemaah," jelas Yanti.
Baca Juga: Jebakan Flexing Medsos Bikin Generasi Muda Cemas, Kemenkes Soroti Kematangan Otak
Bagi para pengelola travel, seluruh jerih payah menghadapi fluktuasi harga hotel hingga dinamika keamanan terbayar tuntas saat melihat para tamu Allah pulang dengan selamat. Senyum bahagia para jemaah setibanya kembali di Balikpapan menjadi penawar lelah terbaik yang menjaga asa mereka untuk terus melayani.
"Walaupun ada kenaikan biasanya tetap ada saja yang umroh, karena itu kami juga melayani privat umroh yang membuat jemaah juga semakin nyaman, disamping pilihan umroh mandiri, perjalanan privat akan lebih terakomodir dengan baik serta kenyamanan dan keamanan yang terjaga," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo