KALTIMPOST.ID - Allenatore timnas Italia Luciano Spalletti seharusnya tidak bingung mencari formula terbaik untuk lini serang pada dua matchday terakhir UEFA Nations League 2024–2025.
Gli Azzurri, julukan timnas Italia, akan menghadapi Belgia dan Prancis selama sepekan ke depan. Jumat (15/11) dini hari nanti, kekuatan serangan Italia itu dijamu Belgia di Koning Boudewijnstadion, Brussel (siaran langsung Vision+/Soccer Channel pukul 03.45 Wita).
Moncernya Moise Kean dalam laga-laga bersama klubnya, ACF Fiorentina, sebulan terakhir diharapkan bisa meningkatkan daya serang Italia bersama attaccante utama Mateo Retegui.
Kean mengoleksi empat gol dalam dua laga terakhirnya di Serie A. Termasuk saat mencetak hat-trick ke gawang Hellas Verona akhir pekan lalu (10/11). Retegui saat ini masih jadi capocannoniere sementara Serie A dengan mengoleksi 11 gol.
Spesialnya, Retegui dan Kean sama-sama menempati dua besar capocannoniere Serie A sampai giornata ke-12. “Tahun ini bisa jadi tahunnya. Ketika jadi starter, dia bisa menunjukkan potensinya,” klaim mantan difensore Juventus dan Italia Andrea Barzagli tentang Kean dalam wawancara kepada Radio Serie A.
Sampai caps ke-17, Kean sudah mengoleksi lima gol. Termasuk sebiji golnya saat melawan Israel dalam matchday kedua UEFA Nations League, 10 September lalu. “Peluang itu (gol ke gawang Belgia) tetap ada,’’ sambung Barzagli.
Duet dua pemain dalam daftar teratas capocannoniere itu tidak sering terjadi. Dalam sesi konferensi pers di Coverciano, kamp latihan timnas Italia, allenatore Luciano Spalletti menganggap Serie A musim ini begitu indah.
Berbicara kepada surat kabar La Gazzetta dello Sport, Spalletti menganggap Kean dan Retegui memiliki karakter yang berbeda. Retegui, misalnya. Dia tipikal striker klasik yang tajam di dalam kotak penalti.
Di sisi lain, Kean lebih sering bermain melebar meski posisinya seorang striker. “Dia tahu cara melepaskan diri dari kawalan, menciptakan masalah dari sisi kecepatan larinya. Kondisi fisiknya juga bagus. Aku harap dia akan menemukan harinya besok (dini hari nanti Wita),’’ tutur Spalletti.
Yang terjadi dengan timnas Italia tidak terjadi dengan timnas Belgia. Dari jajaran pemain menyerang, tidak ada yang seganas Kean dan Retegui. Romelu Lukaku, yang sama-sama bermain di Serie A seperti Kean dan Retegui, bahkan baru mencetak satu gol bagi SSC Napoli sebulan terakhir.
Big Rom, julukan Lukaku, musim ini juga baru mengoleksi empat gol dari total 11 laga di semua ajang bersama Napoli. Jauh dari Kean dan Retegui. Setali tiga uang dengan dua rekannya, Leandro Trossard dan Luis Openda.
Trossard dan Openda sama seperti Lukaku, hanya mencetak sebiji gol dalam sebulan terakhir. Trossard bahkan baru mengoleksi dua gol dari 15 laga Arsenal di semua ajang. Lalu, Openda mencetak enam gol dari 15 laga RB Leipzig.
Tacticus Belgia Domenico Tedesco tetap berharap Lukaku bisa menunjukkan diri bahwa dia belum habis. Pasca-Euro 2024, dia masih nirgol. “Produktivitasnya pasti akan kembali, aku percaya itu. Karena Romelu salah satu striker terbaik dunia,’’ ungkap Tedesco dikutip dari laman Reuters. (*)
Editor : Ery Supriyadi