KALTIMPOST.ID - Manchester City berhasil memperpanjang napasnya di Liga Champions. Namun bukan berarti, Pep Guardiola bisa berlega hati.
Tactician Manchester City Pep Guardiola lega timnya keluar dari lubang jarum fase liga Liga Champions. The Citizens, akhirnya lolos ke fase knockout via playoff setelah meraih kemenangan 3-1 atas Club Brugge pada matchday kedelapan, Kamis (30/1) dini hari Wita.
Empat gol yang tercipta di Stadion Etihad dicetak Mateo Kavacic (53’), bunuh diri Joel Ordonez (62’), dan Savinho. Serta sebiji gol Club Brugge lewat aksi Raphael Onyedika jelang turun minum.
Mengoleksi 11 poin, City finis di posisi 22. Sesuai regulasi, City akan menghadapi tim yang berada di peringkat 11 atau 12. Malangnya, dua posisi tersebut dihuni raksasa Eropa. Di peringkat 11, ada si pemilik 15 gelar Liga Champions, Real Madrid. Di bawahnya, Bayern Munchen, yang juga punya tradisi tak kalah mentereng dalam perebutan trofi si kuping lebar. Pertandingan playoff nantinya digelar dua kali (home and away).
“Saya menyukai format baru seperti ini. Mungkin saya harus mengatakan tidak karena kami telah banyak menderita, tetapi format ini bagus. Tim-tim besar bisa jatuh. Anda memainkan lebih banyak pertandingan, dan jika Anda tidak bermain bagus, Anda bisa menderita seperti kami," ujar Guardiola kepada Movistar+.
Dihadapkan pada pilihan sulit, Pep menyadari jika situasi yang dialami timnya tidak begitu baik. Namun, juru taktik 54 tahun itu menegaskan, baik Real Madrid maupun Bayern Munchen juga tidak senang jika harus menghadapi City lebih awal. “ekarang Madrid atau Muenchen? Keduanya sedang lebih baik dari kami," tegasnya.
Real Madrid harus menjalani partai playoff untuk merebut tiket 16 besar Liga Champions 2024-2025. Situasi itu membuat Los Merengues berpotensi jumpa Manchester City atau Celtic. El Real masuk zona playoff sebagai tim unggulan.
Real Madrid memang menyudahi laga terakhir league phase Liga Champions dengan kemenangan tiga gol tanpa balas atas klub Prancis, Brest. Dua gol Rodrygo (27’, 78’) dan dilengkapi Jude Bellingham (56’), membuat El Real mengunci tiga poin dari Stadion Francis-Le Ble.
Namun, hasil itu belum cukup membawa Real lolos otomatis ke 16 besar. Wakil Spanyol itu harus melewati babak playoff karena finis di peringkat ke-11 dengan 15 poin. Entranador Carlo Ancelotti blak-blakan mengaku tak menyukai anak asuhnya harus menempuh babak playoff, apalagi di sana terdapat tim sekelas Manchester City.
“Kami masih menunggu (hasil) undian. Jika bertemu City, tentu saja akan lebih rumit. Kami tidak suka menghadapi mereka dan itu kenyataanya,” ucap Ancelotti seperti dilansir Football Espana.
Ancelotti menyayangkan timnya banyak membuang peluang di awal kompetisi. Untungnya, mental para penggawa Los Blancos sudah terlatih sehingga bisa bangkit di momen genting. (*)
Editor : Ery Supriyadi