Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

UEFA Akhirnya Beri Izin Langka, La Liga dan Serie A Tantang Tradisi Eropa

Ery Supriyadi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 06:30 WIB

Marcus Rashford dkk akan menghadapi Villarreal CF pada jornada ke-17 La Liga di di Stadion Hard Rock, Miami, 21 Desember 2025.
Marcus Rashford dkk akan menghadapi Villarreal CF pada jornada ke-17 La Liga di di Stadion Hard Rock, Miami, 21 Desember 2025.

KALTIMPOST.ID – Peta sepak bola Eropa kian meluas. Untuk pertama kalinya, laga resmi La Liga dan Serie A musim ini akan digelar di luar benua biru. Keputusan ini menjadi langkah berani yang tak hanya mengguncang tradisi, tetapi juga mengundang perdebatan sengit di kalangan federasi.

UEFA akhirnya memberikan izin bagi dua laga istimewa tersebut. La Liga memilih Amerika Serikat sebagai panggung, sedangkan Serie A terbang ke Australia. Dua pertandingan ini diklaim menjadi bagian dari strategi ekspansi global yang sudah lama direncanakan.

Baca Juga: Lefundes Optimistis Skuad Borneo FC Segar dan Siap Hadapi Persik Kediri

Pertandingan Villarreal CF melawan FC Barcelona bakal dimainkan di Stadion Hard Rock, Miami, pada 21 Desember 2025. Seharusnya, laga jornada ke-17 itu berlangsung di markas Villarreal, Estadio de la Ceramica. Namun, faktor promosi global dan penutup tahun membuat La Liga memindahkannya ke Amerika.

Gagasan serupa pernah muncul pada musim 2018–2019, saat duel Barca versus Girona diusulkan digelar di Miami. Namun, kala itu ditolak FIFA dan federasi Spanyol. Kini, berkat kerja sama La Liga dengan Relevent Sports, ide itu akhirnya jadi kenyataan. “Kami punya basis fans besar di Amerika. Ini bentuk apresiasi untuk mereka,” ujar Presiden Barcelona Joan Laporta.

Sementara itu, Serie A juga mengikuti langkah serupa. Laga AC Milan kontra Como 1907 akan dihelat di Stadion Optus, Perth, pada 8 Februari 2026. Berbeda dengan La Liga, alasan Serie A lebih bersifat teknis: Stadion San Siro akan digunakan untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026.

Namun, tidak semua pihak setuju. Sebanyak 55 federasi anggota UEFA menolak keras keputusan ini. Mereka menilai pertandingan liga domestik seharusnya tetap dimainkan di negara asal. “Ini pengkhianatan terhadap akar sepak bola,” tegas Komisaris Olahraga Uni Eropa, Glenn Micallef, dikutip dari The Independent.

Baca Juga: Pukulan Telak untuk Persiba Balikpaan Setelah Kandas dari Kendal Tornado, Ini Respons Nasuha

Presiden UEFA Aleksander Ceferin sendiri mengakui, keputusan itu bukan ide ideal. “Izin ini bersifat luar biasa dan tidak boleh dianggap sebagai preseden,” ujarnya.

Meski begitu, langkah ini diyakini bisa membuka babak baru dalam komersialisasi sepak bola Eropa. Pertanyaannya, apakah fans lokal siap kehilangan atmosfer kandang demi ekspansi global? (*)

Editor : Ery Supriyadi
#serie a #ac mila #fc barcelona #uefa #la liga