KALTIMPOST.ID - Ambisi Arsenal untuk terus naik kelas bukan hanya soal performa di lapangan. Klub asal London Utara itu kini tengah bersiap melakukan transformasi besar di rumah mereka sendiri.
Setelah dua rival sekota, West Ham United dan Tottenham Hotspur, lebih dulu memiliki stadion dengan kapasitas lebih besar, Arsenal tak ingin tertinggal. Emirates Stadium yang kini berkapasitas 60.704 kursi akan diperluas hingga menampung 70 ribu penonton.
Baca Juga: Andalkan Dukungan Publik Jeddah, Renard Pede Arab Saudi Lolos Lagi ke Piala Dunia
Menurut laporan The Telegraph, langkah ini terinspirasi dari Real Madrid yang sukses menyulap Santiago Bernabeu menjadi salah satu stadion paling modern di dunia. Kapasitas Bernabeu kini mencapai 83.186 penonton—bertambah lebih dari empat ribu kursi dari sebelumnya.
Tak hanya soal jumlah kursi, fasilitas canggih Bernabeu juga menjadi rujukan. Dari atap yang bisa dibuka-tutup, layar raksasa 360 derajat, hingga lintasan serbaguna yang bisa diubah untuk konser dan acara non-sepak bola.
“Penunjukan Otto Maly sebagai anggota dewan non-eksekutif baru dimaksudkan untuk mempercepat proses renovasi,” tulis Daily Mail. Maly bukan sosok sembarangan—ia pernah terlibat dalam pembangunan Stadion SoFi di Los Angeles, salah satu venue utama Piala Dunia 2026.
Namun proyek besar ini bukan tanpa hambatan. Persetujuan konstruksi belum tuntas, sementara modifikasi besar seperti penurunan permukaan lapangan membuat kursi penonton harus diatur ulang. Selama proses renovasi berlangsung, Arsenal dikabarkan akan bermarkas sementara di Stadion Wembley.
Baca Juga: UEFA Akhirnya Beri Izin Langka, La Liga dan Serie A Tantang Tradisi Eropa
Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, menegaskan bahwa rencana ini bukan semata soal ekonomi. “Arsenal konsisten bersaing di papan atas Premier League dan kini memuncaki klasemen. Kami ingin stadion yang bisa mencerminkan status klub sekaligus memperingati 40 tahun Arsenal tampil di kompetisi Eropa,” ujarnya kepada Football London.
Transformasi Emirates Stadium pun menjadi langkah nyata Arsenal untuk menegaskan eksistensi mereka—bukan hanya sebagai kekuatan di lapangan, tapi juga ikon megah sepak bola modern di Inggris. (*)
Editor : Ery Supriyadi