Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Capolista Serie A Berubah Lagi, Inter Milan Kembali ke Puncak

Ery Supriyadi • Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:18 WIB

Bek tengah AS Roma Jan Ziolkwski mencegah pergerakan striker Inter Milan Fransceco Pio Esposito di Stadio Olimpico, Roma.
Bek tengah AS Roma Jan Ziolkwski mencegah pergerakan striker Inter Milan Fransceco Pio Esposito di Stadio Olimpico, Roma.

KALTIMPOST.ID - Persaingan di puncak klasemen Serie A musim ini benar-benar tak bisa ditebak. Pergantian pemuncak klasemen (capolista) terasa seperti roller coaster—naik-turun begitu cepat hanya dalam tujuh giornata awal.

SSC Napoli, juara bertahan musim lalu, harus turun dari takhta setelah takluk 0-1 di markas Torino FC, Stadio Olimpico Grande Torino, Sabtu (19/10). Hanya dua jam berselang, Inter Milan mengambil alih posisi teratas usai menaklukkan AS Roma 1-0 di Stadio Olimpico.

Baca Juga: Borneo FC Samarinda Menang Atas Persik Kediri Berkat Keputusan Penting Sebelum Pertandingan, Apa Itu?

Kini, Inter, Napoli, dan AS Roma sama-sama mengoleksi 15 poin hasil dari lima kemenangan dan dua kekalahan. Namun, Nerazzurri unggul dalam selisih gol—surplus 10—dibanding Partenopei yang surplus 5 dan Giallorossi dengan surplus 4.

Posisi capolista pun bisa kembali berubah, Senin (20/10/2025) dini hari. AC Milan berpeluang naik ke puncak klasemen jika menang atas Fiorentina di San Siro. Namun apa pun hasilnya, posisi teratas tetap akan milik klub asal Kota Milan. Empat kali pergantian pemuncak klasemen dalam tujuh pekan menjadi bukti betapa sengitnya persaingan musim ini.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui kemenangan atas AS Roma tak datang dengan mudah. “Setelah jeda internasional, para pemain belum dalam kondisi fisik terbaik. Tapi mereka menunjukkan perjuangan luar biasa,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

Kemenangan ini juga menjadi bukti adu taktik yang dimenangkan Chivu atas mentornya, Gian Piero Gasperini. Skema 3-5-2 milik Inter terbukti lebih efektif dibanding formasi 3-4-2-1 ala Gasperini, terutama dalam transisi bertahan.

“Chivu punya ide yang jelas dan keberanian untuk menggantikan Simone Inzaghi. Dia layak mendapat banyak pujian,” puji Gasperini kepada La Gazzetta dello Sport.

Bintang utama Inter kali ini adalah striker muda Ange-Yoan Bonny. Pemain 21 tahun asal Prancis itu mencetak gol tunggal kemenangan atas Roma. Dalam dua laga terakhir Serie A, Bonny mencatat dua gol dan tiga assist, menggantikan peran Marcus Thuram yang absen.

Dengan total tiga gol dan tiga assist dalam 227 menit bermain musim ini, Bonny kini jadi idola baru di Giuseppe Meazza. “Aku masih belajar dan ingin lebih banyak berkontribusi untuk tim,” ujarnya kepada SempreInter.

Di sisi lain, kekalahan Napoli terasa lebih menyakitkan karena dicetak oleh pemainnya sendiri—Giovanni Simeone—yang kini dipinjamkan ke Torino. Putra pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, itu mencetak gol tunggal di menit ke-32 dan menolak merayakannya sebagai bentuk rasa hormat.

“Laga ini sangat emosional bagiku. Aku senang bisa mencetak gol pertama di stadion ini dan membantu tim menang,” tulisnya di media sosial.

Baca Juga: Dipecat PSSI, Patrick Kluivert Kini Malah Dipuja Suporter Irak, Ngebet Minta Federasi Ganti Graham Arnold, Apa Sebabnya?

Kekalahan itu juga memperpanjang rekor buruk Antonio Conte menghadapi pelatih Torino, Marco Baroni. Dalam lima pertemuan terakhir, Conte belum sekalipun menang—tiga kali imbang dan dua kali kalah.

Serie A musim ini benar-benar tak memberi ruang untuk lengah. Di setiap jornada, siapa pun bisa naik… dan secepat itu pula tergelincir turun. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#serie a #SSC Napoli #as roma #torino fc #inter milan #capolista