KALTIMPOST.ID, AMSTERDAM – Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, akhirnya blak-blakan membuka isi kesepakatan awalnya dengan PSSI sebelum diberhentikan usai kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara di siniar Rondo yang tayang di Ziggo Sport, Pastoor menuturkan bahwa proyek yang dibahas bersama PSSI awalnya tidak hanya berfokus pada target jangka pendek menuju Piala Dunia. Ia menyebutkan ada rencana besar yang seharusnya menjadi fondasi pembinaan sepak bola Indonesia.
“Saya pikir PSSI akan mengerjakan proyek yang berlangsung lebih lama dari sekadar lolos ke Piala Dunia. PSSI berkonsultasi beberapa hari setelah kami kembali dari Jeddah. Mereka memutuskan bahwa ini akhir dari semuanya,” ujar Pastoor, dikutip dari Voetbal International.
Ia menjelaskan, dalam kesepakatan itu terdapat tiga fokus utama. “Sejauh yang saya pahami, kesepakatannya ada tiga bagian. Akan sangat bagus kalau bisa lolos ke Piala Dunia, tapi ya, sebagai peringkat 119 dunia, itu tidaklah mudah atau realistis,” ujarnya.
Pastoor menambahkan, poin kedua dalam proyek tersebut adalah mempercepat regenerasi pemain muda Indonesia. “Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen di tim U-23 dan U-20 akan mencoba mempercepat masuknya pemain lokal,” jelasnya.
Sedangkan tujuan jangka panjangnya, kata Pastoor, adalah meningkatkan kualitas pemain Indonesia agar bisa bersaing di level internasional. “Dalam jangka panjang, tujuannya adalah agar di negara dengan 280 juta penduduk ini ada lebih banyak pemain yang kompetitif untuk level tersebut,” katanya.
Ia juga menyebut beberapa tokoh asing yang sempat dilibatkan dalam proyek pengembangan tersebut. “Jordi Cruijff ditunjuk sebagai penasihat, dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Sekarang semuanya telah dikeluarkan,” tutup Pastoor.
Indonesia gagal memenuhi target setelah menelan dua kekalahan di Grup B putaran keempat Zona Asia, masing-masing 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Kekalahan itu menjadi akhir perjalanan Pastoor bersama tim Garuda.(*)