KALTIMPOST.ID, BOGOR – Timnas Indonesia U-23 harus puas berbagi skor 2-2 dengan Mali U-23 dalam laga persahabatan di Stadion Pakansari, Selasa malam (18/11).
Pertandingan berlangsung ketat dengan saling balas gol hingga menit akhir.
Garuda Muda sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Setelah mengawali laga dengan agresif melalui peluang Mauro Zijlstra dan Ivar Jenner, gawang Indonesia jebol di menit ke-11 lewat sepakan Sekou Kone.
Namun, mentalitas tim asuhan Indra Sjafrie teruji. Menit ke-37, Hokky Caraka mengirim umpan matang yang diselesaikan Mauro Zijlstra dengan dingin ke sudut kiri gawang Mali. Skor 1-1 menutup babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan tempo tinggi. Indonesia langsung menekan. Pergantian pemain menghadirkan Ricky Pratama yang memberi energi baru di sisi kiri.
Tekanan berbuah hasil di menit ke-52. Rafael Struick memanfaatkan umpan Raka dan Ricky untuk menaklukkan kiper Mayame Sissoko. Indonesia berbalik unggul 2-1.
Mali tak tinggal diam. Mereka merespons dengan serangan cepat dan tembakan jarak jauh.
Ketegangan memuncak di menit ke-69 ketika Sekou Kone kembali mencetak gol, memanfaatkan celah di pertahanan Indonesia.
Menerima umpan terobosan dari tengah, Kone melewati kawalan ketat Kadek Arel dan menceploskan bola ke gawang Daffa Fasya. Skor kembali imbang 2-2.
Sisa laga berjalan panas. Indonesia terus mengancam lewat Dony Tri Pamungkas, Hokky Caraka, dan Struick.
Pada menit 76, pelatih Indra Sjafrie melakukan pergantian tiga pemain Indonesia yakni Mauro, Dion, Raffa digantikan oleh Jens Raven, Brandon Marsel dan M Rayhan Hanan.
Peluang emas baru datang di menit ke-83 melalui tendangan bebas Dony usai pemain Indonesia dilanggar di depan kotak penalti. Bola sempat ditepis kiper Mali, tetapi rebound gagal dimanfaatkan.
Hingga peluit panjang, skor tak berubah 2-2 untuk Indonesia U-23 dan Mali U-23.
Dengan hasil ini, Timnas Indonesia memiliki progres positif dari pertemuan sebelumnya yang kalah 3-0. Laga ini juga merupakan persiapan timnas Indonesia U-23 mewakili Merah Putih di SEA Games.