KALTIMPOST.ID - Aljazair tampil tanpa cela di fase grup Piala Afrika 2025. The Fennecs menjadi satu dari dua tim yang meraih hasil sempurna, menyapu bersih tiga kemenangan di Grup E.
Prestasi itu menempatkan Aljazair sejajar dengan Nigeria sebagai tim paling meyakinkan pada fase awal turnamen. Di balik laju impresif tersebut, sosok Riyad Mahrez dinilai memegang peran krusial.
Berusia 34 tahun dan mengoleksi 108 caps, Mahrez kini menunjukkan sisi berbeda. Kapten Si Rubah Gurun itu tak lagi identik dengan permainan individual penuh liukan dan ego tinggi.
Baca Juga: Juru Taktik Dipertahankan, Seleksi Tim Sepakbola Bontang di Porprov Direncanakan Setelah Lebaran
Pemain Al-Ahli Saudi FC tersebut tampil lebih tenang. Ia memilih menjadi team player, memberi ruang bagi rekan setim, dan memimpin dengan keteladanan.
Kedewasaan Mahrez juga tercermin dari sikapnya terhadap keputusan pelatih. Ia tak mempermasalahkan ketika Vladimir Petkovic selalu menariknya keluar pada dua laga awal fase grup, masing-masing saat menghadapi Sudan (25/12/2025) dan Burkina Faso (29/12/2025).
Bahkan, Mahrez tetap menunjukkan dukungan penuh ketika Petkovic mencadangkannya—atau lebih tepatnya mengistirahatkannya—saat melawan Guinea Khatulistiwa, Kamis (1/1).
Baca Juga: Rute Neraka Kamerun di Piala Afrika 2025: Afsel Menanti, Maroko Mengintai
“Dia sudah enam kali tampil di Piala Afrika, mencetak tiga gol untuk memimpin daftar pencetak gol, sekaligus menjadi pemain tersubur Aljazair dengan total sembilan gol,” kata Petkovic kepada BBC. “Saya rasa dia kini jauh lebih dewasa.”
Transformasi Mahrez menjadi simbol perubahan Aljazair. Setelah mengalami dua edisi mengecewakan—tersingkir di fase grup pada 2021 dan 2023—tekanan kini kembali besar usai sukses menjuarai edisi 2019.
Namun, Aljazair justru tampil matang dan konsisten. Mereka tercatat tak terkalahkan dalam 16 pertandingan beruntun, dengan skuad yang merata dan penuh kualitas.
Baca Juga: Mafia Tanah Usir Keluarga Lansia di Tegal: Sertifikat Tiba-tiba Beralih, Rumah Diratakan
“Tim ini punya banyak pemain bagus dan sangat solid,” ujar pelatih Guinea Khatulistiwa, Juan Micha. “Aljazair jelas salah satu favorit juara Piala Afrika 2025.”
Dengan Mahrez yang kian dewasa dan kolektifitas tim yang terjaga, Rubah Gurun seolah siap membuka kembali jalan menuju singgasana Afrika. (*)
Editor : Ery Supriyadi