KALTIMPOST.ID - Kelolosan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) ke babak 16 besar Piala Afrika 2025 bukan hanya tentang taktik dan gol. Di tribun penonton, ada sosok unik yang ikut mencuri perhatian publik.
Dialah Michel Kuka Mboladinga. Fans fanatik Leopards itu lebih dikenal dengan julukan “Lumumba”, merujuk pada Patrice Lumumba, tokoh besar kemerdekaan RD Kongo.
Julukan itu bukan tanpa alasan. Mboladinga kerap tampil menyerupai patung Lumumba yang ikonik. Setiap laga fase grup, ia selalu hadir dengan gaya yang sama, seolah menjadi simbol spiritual bagi Leopards.
Dikutip dari Daily Star, Mboladinga mengenakan jas kuning, kemeja abu-abu, serta celana panjang merah terang. Di saku jasnya terselip sapu tangan merah, sementara dasi biru langit melengkapi penampilannya—senada dengan warna bendera nasional RD Kongo.
Namun, bukan hanya busananya yang membuat publik terpaku. Gestur Mboladinga justru jauh lebih mencengangkan.
Selama 90 menit penuh, ia berdiri tegak tanpa banyak bergerak. Lengan kanannya terus terangkat ke udara, nyaris tanpa jeda, dari kick-off hingga peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Drama 11 Menit Uganda: Tiga Kiper Turun dalam Satu Laga Piala Afrika 2025
Konsistensi itu membuatnya tampak seperti patung hidup di tengah hiruk-pikuk stadion. Aksi unik tersebut pun viral dan menjadi cerita tersendiri di balik kelolosan RD Kongo ke fase gugur.
Di Piala Afrika 2025, Lumumba seakan hidup kembali—bukan di podium sejarah, melainkan di tribun stadion, memberi dukungan tanpa suara, tetapi penuh makna. (*)
Editor : Ery Supriyadi