KALTIMPOST.ID – Manchester City gagal mendekati pemuncak klasemen Premier League, Arsenal, setelah ditahan imbang 0-0 oleh Sunderland saat bertandang bertandang ke Stadion of Light.
Hasil ini membuat Man City harus puas tertahan di peringkat kedua klasemen sementara, tertinggal empat poin dari Arsenal yang masih memimpin hingga paruh musim (41-45).
Skuad asuhan Pep Guardiola sejatinya datang dengan target mengakhiri rekor tak terkalahkan Sunderland di kandang musim ini.
Sepanjang pertandingan, The Citizen tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang. Beberapa kali bola membentur tiang gawang, bahkan satu gol City dianulir karena posisi offside.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengakui timnya gagal memaksimalkan peluang, khususnya dari jarak dekat.
“Ini tempat yang sulit. Kami melewatkan banyak peluang di kotak enam yard, peluang yang seharusnya bisa dikonversi. Pada babak pertama kami tidak menjalankan rencana dengan baik, tapi secara keseluruhan pertandingan berjalan bagus,” ujar Guardiola seperti dituturkan kepada BBC.
City mencoba berbagai cara untuk membongkar pertahanan Sunderland, mulai dari umpan silang dari sisi sayap hingga kombinasi permainan dari tengah. Namun, tuan rumah tampil disiplin dan solid di lini belakang, terutama sepanjang babak kedua.
Guardiola menilai permainan timnya membaik setelah jeda, meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Di babak kedua kami lebih tenang dan mencoba memecah lini pertahanan mereka. Para pemain sudah melakukan segalanya. Sekarang kami harus kembali fokus karena tiga hari lagi ada laga sulit melawan Chelsea,” katanya.
Di sisi lain, dukungan suporter Sunderland menjadi faktor penting. Bek Sunderland Trai Hume mengapresiasi peran pendukung tuan rumah yang terus memberi semangat hingga laga berakhir.
“Setiap kali bermain di kandang, suporter kami luar biasa. Mereka seperti pemain ke-12. Itu terlihat dari performa kami dan catatan kandang musim ini,” ujar Hume.
Editor : Thomas Priyandoko