KALTIMPOST.ID - Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan hukuman penjara kepada seorang wanita berusia 20 tahun yang terbukti menipu dan memeras Son Heung-min dengan modus kehamilan palsu.
Kasus ini bermula pada 2023. Saat itu, wanita tersebut menghubungi Son, yang masih memperkuat Tottenham Hotspur, dengan mengirimkan gambar USG palsu sebagai alat intimidasi.
Son, yang dikenal sangat tertutup soal kehidupan pribadinya, akhirnya menyerah pada tekanan tersebut. Ia membayar 20 juta won atau sekitar Rp228 juta demi menghentikan ancaman.
Baca Juga: Broken Strings dan Memoar Juang Keadilan Gender
Namun, pemerasan tak berhenti di situ. Setahun berselang, wanita itu kembali beraksi dengan menggandeng seorang pria berusia kepala empat. Keduanya menuntut uang tambahan sebesar 70 juta won atau sekitar Rp799 juta.
Menurut pengadilan, seperti dilansir TyC Sports, kapten tim nasional Korea Selatan itu mengalami setidaknya 15 kali intimidasi sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.
Persidangan yang berlangsung sejak akhir tahun lalu itu akhirnya mencapai putusan. Hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada pelaku utama, sementara rekan prianya diganjar dua tahun bui.
Baca Juga: Tak Cuma Latih Real Madrid, Alvaro Arbeloa Simpan Mobil Klasik Langka Ini
Kasus ini mengguncang publik Korea Selatan dan dunia sepak bola. Bukan hanya karena nama besar Son Heung-min, tetapi juga karena membuka sisi gelap tekanan yang kerap dialami atlet bintang di luar lapangan.
Editor : Ery Supriyadi