KALTIMPOST.ID-Posisi Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya besar di tengah konflik kawasan dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Situasi ini membuka peluang bagi kontestan kualifikasi Piala Dunia zona Asia untuk dapat lolos. Salah satu besar harapan adalah peluang itu bisa didapat oleh Timnas Indonesia.
Namun mengutip ulasan One Football, negara yang berpeluang gantikan Iran di Piala Dunia 2026 bukanlah Indonesia.
Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) disebut berpeluang besar menggantikan Iran jika benar-benar mundur dari turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai 11 Juni dan akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, dinamika geopolitik membuat keikutsertaan Iran berada dalam ketidakpastian.
Iran sebelumnya memastikan tiket ke Piala Dunia setelah menjuarai Grup A pada putaran ketiga Kualifikasi Asia. Tim tersebut dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.
Tim negara Federasi Asia yang lolos Piala Dunia 2026 adalah Arab Saudi, Australia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Qatar, Uzbekistan, dan Yordania.
Meski demikian, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dikabarkan mempertanyakan partisipasi negaranya menyusul serangan terbaru Amerika Serikat dan pembatasan masuk bagi warga Iran.
Berdasarkan regulasi FIFA, tidak ada prosedur tetap untuk menggantikan tim yang sudah lolos ke putaran final. FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah yang dianggap perlu, termasuk menunjuk asosiasi lain untuk mengisi slot yang kosong.
Sepanjang sejarah, belum ada tim yang mundur setelah undian grup sejak 1950, ketika Prancis dan India menarik diri karena alasan biaya perjalanan.
Irak Jadi Kandidat Utama
Masih mengutip pembahasan One Football, jika Iran resmi mundur, maka penggantinya kemungkinan besar berasal dari zona Asia. Laporan menyebut Irak menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Iran.
Irak sebelumnya mengalahkan Uni Emirat Arab dalam laga play-off dan berhak tampil di babak antarkonfederasi yang digelar 31 Maret di Monterrey. Mereka akan menghadapi Bolivia atau Suriname, dan pemenangnya berhak lolos ke Piala Dunia 2026.
Apabila Irak berhasil lolos lewat jalur tersebut, maka Uni Emirat Arab akan menjadi tim Asia berikutnya yang berpeluang menggantikan Iran sebagai peringkat terbaik tanpa tiket langsung.
Ketegangan Iran–AS Jadi Sorotan
FIFA tetap berkomitmen menggelar turnamen sesuai jadwal meski tensi politik meningkat. Pemerintah Amerika Serikat membatasi masuknya warga Iran, dengan pengecualian terbatas bagi pemain, pelatih, dan staf pendukung.
Beberapa pejabat Iran, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran, dilaporkan sempat mengalami kendala visa saat menghadiri undian turnamen di Washington.
Situasi ini membuat Piala Dunia 2026 berpotensi mencatat sejarah baru jika Iran benar-benar mundur setelah memastikan tiket ke putaran final.(*)
Editor : Thomas Priyandoko