Nasib 7 Tenaga Medis di Ujung Tanduk, Benarkah Maradona 'Dibiarkan' Wafat?

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 07:01 WIB
Sidang kasus kematian Diego Maradona dibuka kembali. (Dok. X/@brfootball)
Sidang kasus kematian Diego Maradona dibuka kembali. (Dok. X/@brfootball)

KALTIMPOST.ID- Babak baru pencarian keadilan atas kematian Maradona kembali dimulai.

Pekan ini, pengadilan di Buenos Aires, Argentina, resmi menggelar sidang ulang untuk mengusut tuntas penyebab wafatnya sang legenda sepak bola dunia tersebut.

Sidang ini menjadi sorotan tajam setelah upaya hukum sebelumnya sempat buntu dan dinyatakan batal.

Tujuh orang tenaga medis kini duduk di kursi pesakitan. Mereka harus menghadapi dakwaan berat terkait dugaan pembunuhan karena kelalaian.

Jaksa menilai ada tindakan yang tidak wajar dan ceroboh dalam menangani kondisi kesehatan sang maestro lapangan hijau sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya pada 25 November 2020 silam.

Baca Juga: Gawat! AS Beri Ultimatum Terakhir ke Iran, Siap Perang Lagi Jika Diplomasi Gagal

Drama Hakim 'Artis' di Balik Sidang yang Batal

Persidangan kematian Maradona ini sebenarnya sudah sempat berjalan pada Maret 2025 lalu. Namun, proses tersebut harus terhenti di tengah jalan dan dinyatakan mistrial atau batal demi hukum pada Mei 2025.

Pemicunya cukup mengejutkan, yakni mundurnya salah satu hakim, Hakim Makintach, setelah menuai kritik pedas dari pihak jaksa.

Hakim Makintach dituding bersikap tidak profesional karena terlibat dalam sebuah serial dokumenter berjudul Divine Justice.

Jaksa bahkan sempat menyindir sang hakim lebih terlihat seperti seorang aktris ketimbang penegak hukum karena kemunculannya dalam trailer dokumenter tersebut.

Alhasil, kesaksian dari 100 lebih saksi yang sudah dikumpulkan sebelumnya pun terpaksa dianggap hangus dan sidang harus diulang dari nol.

Baca Juga: Wisatawan di Sumenep Temukan 'Harta Karun' Senilai Ratusan Miliar, Ternyata Isinya Kokain Seberat 22 Kg

Daftar Tenaga Medis yang Menjadi Terdakwa

Dalam sidang ulang Maradona yang dimulai sejak 14 April 2026 ini, tujuh orang profesional kesehatan dihadirkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Berikut adalah daftar tim medis yang didakwa dalam kasus ini:

·         Seorang ahli bedah saraf.

·         Seorang psikiater.

·         Seorang psikolog.

·         Koordinator medis.

·         Koordinator perawat.

·         Seorang dokter umum.

·         Seorang perawat malam.

Tuduhan Kelalaian vs Pembelaan Pasien Menolak Dirawat

Jaksa penuntut umum bersikap tegas dengan menyatakan bahwa perawatan yang diberikan kepada Maradona sangat tidak memadai dan tergolong ceroboh.

Kondisi Maradona yang baru saja menjalani operasi otak seharusnya mendapat pengawasan ekstra ketat, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Para terdakwa dianggap gagal menjalankan tugas mereka sebagai pelindung nyawa pasien.

Baca Juga: Prediksi Harga Emas 17 April 2026: Antam Melemah, Pegadaian Turun, Perhiasan Naik Tipis

Di sisi lain, para tenaga medis ini kompak membantah tuduhan tersebut. Dalam pembelaannya, mereka mengklaim bahwa Maradona adalah pasien yang sulit diatur.

Menurut mereka, sang bintang sering menolak perawatan tambahan dan memilih mengabaikan saran medis untuk menjalani pemulihan yang lebih lama di rumah sakit. Benturan argumen inilah yang kini tengah didalami oleh majelis hakim.

Ancaman Penjara 25 Tahun Menanti

Pertaruhan dalam sidang ini sangat besar bagi para terdakwa. Jika hakim memutuskan mereka bersalah atas dakwaan pembunuhan dengan kemungkinan niat, hukuman penjara antara 8 hingga 25 tahun sudah menanti di depan mata.

Tim medis dianggap memiliki tanggung jawab moral dan hukum atas gagal jantung dan edema paru akut yang merenggut nyawa pemenang Piala Dunia 1986 tersebut.

Baca Juga: Cek Faktanya! Benarkah Ada Kenaikan Gaji Pensiunan PNS di Tahun 2026?

Majelis hakim yang dipimpin oleh Alberto Gaig, Alberto Ortolani, dan Pablo Rolon kini tengah bekerja keras menyisir fakta-fakta baru.

Publik Argentina dan dunia kini menanti dengan napas tertahan, berharap kebenaran sesungguhnya akan terungkap pada putusan final yang dijadwalkan bakal dibacakan pada awal Juni mendatang.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : Jawa Pos
diego maradona Kematian Maradona Sidang Ulang Maradona legenda sepak bola argentina