Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Peluang Juara Arsenal Menipis, Jika Gagal Lagi Mental The Gunners Lebih Terpukul

Thomas Priyandoko • Selasa, 21 April 2026 | 05:59 WIB
Arsenal kini berlomba dengan Man City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. (Foto:Arsenal.com)
Arsenal kini berlomba dengan Man City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. (Foto:Arsenal.com)

KALTIMPOST.ID-Peluang Arsenal untuk meraih gelar Liga Inggris musim ini semakin menipis setelah kalah dari Manchester City dengan skor 2-1

Pundit Sky Sport sekaligus mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai situasi ini bisa berdampak besar bagi The Gunners.

Gol kemenangan dari Erling Haaland membuat peluang juara kembali berada di tangan Manchester City.

Kini, persaingan menuju akhir musim berubah menjadi “balapan sprint” bagi kedua tim.

Arsenal sendiri sudah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up. Hal ini pun menjadi olok-olokan mereka hanya sebagai penjaga trofi klub lain.

Pelatih Mikel Arteta tentu merasakan tekanan besar untuk akhirnya membawa timnya menjadi juara.

Carragher menyebut, kegagalan musim ini akan terasa berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Ya dan tidak. Saya tidak berpikir jika mereka gagal juara maka Arteta akan langsung kehilangan pekerjaannya. Tapi musim ini terasa berbeda,” ujar Carragher.

Menurutnya, untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, banyak pihak menilai Arsenal sebagai tim terbaik di liga.

Bahkan, sepanjang musim ini mereka sempat unggul jauh di puncak klasemen.

“Biasanya kita merasa tim terbaik memang pantas juara, seperti Liverpool atau Manchester City di musim-musim sebelumnya. Tapi musim ini berbeda. Arsenal sempat unggul sembilan hingga 12 poin dan terlihat seperti akan menjuara liga,” lanjutnya.

Namun, performa yang menurun di akhir musim membuat situasi berubah drastis. Carragher menilai, jika Arsenal kembali gagal juara, dampaknya akan lebih berat secara mental bagi seluruh tim.

Momen Penentu yang Terlewat

Selain itu, Carragher juga menyoroti satu momen krusial dalam laga kontra Manchester City yang menurutnya bisa menentukan gelar juara.

Ia menyebut peluang emas Gabriel Martinelli sebagai titik balik. Dalam situasi skor 1-1, Arsenal sempat memiliki kesempatan besar untuk unggul.

“Jika peluang gol itu masuk, Arsenal memenangkan liga,” tegas Carragher.

Peluang tersebut datang dari pressing tinggi Arsenal yang berhasil menciptakan ruang. Namun, eksekusi Martinelli gagal berbuah gol setelah digagalkan penyelamatan kiper lawan.

Carragher menilai, di tim juara, pemain depan harus mampu memaksimalkan momen seperti itu.

Kegagalan tersebut menjadi contoh masalah utama Arsenal musim ini, yakni kurang tajamnya lini depan.

Beberapa pemain seperti Kai Havertz dan Gabriel Magalhaes juga sempat membuang peluang, termasuk sundulan yang membentur tiang.

Secara statistik, Martinelli bahkan baru mencetak satu gol liga musim ini dengan rasio konversi tembakan yang rendah.

Hal ini berbanding terbalik dengan performanya di kompetisi Eropa.

Kini, Arsenal tidak memiliki ruang untuk kesalahan. Setelah beberapa kali terlihat berada di jalur juara musim ini, kegagalan akan terasa jauh lebih menyakitkan dibanding sebelumnya.

Seperti tim besar lainnya, ada momen di mana gelar harus benar-benar diraih.

Jika kembali gagal, tantangan terbesar bagi Arteta adalah membangkitkan mental tim untuk kembali bersaing di musim depan.

Editor : Thomas Priyandoko
#man city #premier league #liga inggris #arsenal #mikel arteta