KALTIMPOST.ID, LONDON – Arsenal selangkah lebih dekat menuju gelar Liga Inggris setelah menang tipis 1-0 atas West Ham United di London Stadium, Minggu (10/5/2026) malam WIB.
Kemenangan Arsenal diwarnai drama besar pada masa injury time setelah gol penyeimbang West Ham dianulir VAR.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji keberanian wasit Chris Kavanagh yang membatalkan gol tersebut usai meninjau ulang tayangan video.
Baca Juga: Barcelona Juara Liga Spanyol 2025/2026, Bungkam Real Madrid 2-0 di El Clasico
Gol tunggal Arsenal dicetak Leandro Trossard. Itu menjadi gol pertama Trossard sejak Desember lalu dan cukup membawa The Gunners mengamankan tiga poin penting dalam perburuan gelar Premier League.
Drama terjadi pada menit-menit akhir ketika West Ham mendapatkan sepak pojok. Dalam situasi kemelut di depan gawang, Callum Wilson berhasil mencetak gol yang sempat memicu selebrasi besar publik tuan rumah.
Namun VAR melakukan pemeriksaan selama hampir tiga menit sebelum meminta wasit melihat monitor di pinggir lapangan.
Setelah meninjau ulang, Chris Kavanagh memutuskan menganulir gol karena Pablo dianggap mengganggu kiper Arsenal, David Raya.
Arteta menilai keputusan tersebut tepat dan menunjukkan keberanian besar dari perangkat pertandingan.
“Wasit dan VAR hari ini punya keberanian besar untuk menghentikan pertandingan, menganalisis situasi, lalu memberi kesempatan kepada wasit mengambil keputusan,” ujar Arteta.
“Saya rasa semua orang sepakat itu pelanggaran jelas karena David Raya hampir menguasai bola dengan tangannya, tetapi dia dihalangi dan mereka memanfaatkan situasi itu untuk mencetak gol,” lanjutnya.
Kemenangan ini membuat Arsenal kembali unggul lima poin atas Manchester City dalam perebutan gelar Liga Inggris.
Arsenal kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan trofi pertama mereka dalam 22 tahun terakhir.
Arteta menegaskan fokus timnya kini tertuju pada laga berikutnya melawan Burnley.
“Satu-satunya hal yang penting sekarang adalah pertandingan berikutnya. Fokus kami hanya Burnley,” tegas pelatih asal Spanyol itu.
Di sisi lain, pelatih West Ham Nuno Espirito Santo mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Meski tetap tenang, ia menilai masih ada kebingungan terkait standar pelanggaran dalam situasi sepak pojok di Liga Inggris.
“Ada banyak dorongan, tarikan, dan blocking di kotak penalti. Kami sekarang tidak lagi memahami mana yang dianggap pelanggaran dan mana yang bukan,” kata Nuno.
Kekalahan ini membuat West Ham tetap berada di posisi ke-18 klasemen sementara dengan dua laga tersisa. Ancaman degradasi pun semakin nyata bagi klub asal London tersebut.