Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Manchester City Kehilangan Gelar Premier League, Pep Guardiola Langsung Ucapkan Selamat ke Arsenal, Tapi Ada Penyesalan Ini

Dwi Puspitarini • Rabu, 20 Mei 2026 | 05:32 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola menunjukkan ekspresi kecewa saat timnya menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Vitality Stadium. (Glyn KIRK / AFP)
Pelatih Manchester City Pep Guardiola menunjukkan ekspresi kecewa saat timnya menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League 2025/2026 di Vitality Stadium. (Glyn KIRK / AFP)

KALTIMPOST.ID - Kegagalan Manchester City mempertahankan gelar Premier League 2025/2026 akhirnya mendapat respons langsung dari Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu mengakui Manchester City kehilangan energi pada momen penting musim ini setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth di Vitality Stadium, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut sekaligus memastikan Arsenal juara Premier League dengan satu laga tersisa.

Manchester City sebenarnya masih memiliki peluang memperpanjang persaingan gelar hingga pekan terakhir. Namun, gol Erling Haaland pada masa injury time tidak cukup menyelamatkan City dari hasil imbang. Sebaliknya, Arsenal justru memastikan diri kembali menjadi juara Liga Inggris setelah menunggu selama 22 tahun.

Pep Guardiola menilai kelelahan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Manchester City gagal tampil maksimal dalam pertandingan penting tersebut. Jadwal padat dan minim waktu pemulihan disebut memengaruhi performa timnya saat menghadapi Bournemouth yang tampil penuh energi sejak awal laga.

Baca Juga: Arsenal Juara Premier League 2025/2026 Usai Manchester City Ditahan Bournemouth, Kutukan 22 Tahun Akhirnya Berakhir

Guardiola Soroti Energi Pemain Manchester City

Pep Guardiola mengatakan Manchester City menghadapi pertandingan yang tidak mudah sejak menit awal. Ia menyebut Bournemouth tampil lebih siap karena memiliki waktu persiapan yang lebih panjang dibanding timnya.

“Pertandingan yang sulit, kami sudah mengetahuinya. Kami sedikit kehilangan energi dan itu normal,” ujar Pep Guardiola yang dikutip dari Bola.com.

Menurut Guardiola, kondisi fisik pemain Manchester City tidak berada dalam situasi ideal karena harus menjalani jadwal pertandingan yang padat di akhir musim. Situasi tersebut membuat City kesulitan menjaga intensitas permainan selama 90 menit.

“Mereka punya 12 hari untuk mempersiapkan pertandingan ini. Tim yang bermain dengan energi seperti itu tentu sangat merepotkan,” lanjut Guardiola.

Ia juga membandingkan kondisi Bournemouth dengan Manchester City yang hanya memiliki waktu singkat untuk pemulihan sebelum laga dimulai.

“Kami hanya punya tiga hari, harus bepergian, dan tetap berjuang,” kata Guardiola.

Baca Juga: Pep Guardiola Jadi Manajer Pertama Raih Domestic Cup Double Dua Kali, dan Ukir Sejarah Baru usai Antar Manchester City Juara Piala FA

Meski demikian, Guardiola tetap melihat adanya peningkatan permainan pada babak kedua. Manchester City sempat mendapatkan beberapa peluang penting yang hampir mengubah jalannya pertandingan.

“Di babak kedua kami memulai dengan sangat baik, ada peluang Nico O’Reilly, lalu situasi offside Erling Haaland yang menurut saya seharusnya ditinjau VAR,” ucap Guardiola.

Namun setelah momentum tersebut hilang, City dinilai tidak lagi mampu memberikan tekanan yang cukup kuat kepada Bournemouth.

“Setelah momen itu, kami tidak mampu memberikan dampak yang kami butuhkan. Kami akhirnya mencetak gol, tetapi sudah terlambat,” tambahnya.

Guardiola Tetap Hormati Arsenal dan Mikel Arteta

Meski gagal mempertahankan gelar Premier League, Pep Guardiola tetap memberikan penghormatan kepada Arsenal yang tampil konsisten sepanjang musim. Ia menilai The Gunners memang pantas menjadi juara setelah mampu menjaga performa hingga akhir kompetisi.

Guardiola juga menegaskan bahwa para pemain Manchester City sebenarnya sudah berusaha maksimal di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi musim ini.

“Para pemain memberikan segalanya sepanjang musim ini, berjuang dalam situasi sulit sampai akhir. Kami sebenarnya sudah sangat dekat,” ujar Guardiola.

Secara khusus, Guardiola turut menyampaikan ucapan selamat kepada Mikel Arteta yang berhasil membawa Arsenal mengakhiri puasa gelar liga selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Tundukkan Chelsea di Final, Manchester City Sukses Sabet Dobel Trofi

“Atas nama Manchester City, saya mengucapkan selamat kepada Arsenal, Mikel, dan seluruh staf pelatih atas gelar Premier League yang memang layak mereka dapatkan,” kata Guardiola.

Pelatih Manchester City itu juga memberikan apresiasi terhadap perjalanan Arteta bersama Arsenal. Menurut Guardiola, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil kerja keras dalam beberapa musim terakhir.

“Dia bekerja sangat keras dan mencurahkan banyak usaha untuk itu. Selamat untuknya,” ujar Guardiola.

Hasil imbang melawan Bournemouth bukan hanya memastikan Arsenal juara Premier League, tetapi juga mengakhiri dominasi Manchester City di Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir. Di sisi lain, Arsenal kini kembali berada di puncak sepak bola Inggris bersama Mikel Arteta yang sukses membawa perubahan besar di Emirates Stadium.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Arsenal juara Premier League #Bournemouth vs Manchester City #manchester city #pep guardiola #mikel arteta