KALTIMPOST.ID - Barcelona mulai bergerak mencari penyerang baru untuk memperkuat lini depan musim depan. Klub asal Catalan itu dikabarkan menjadikan striker Bayern Munchen, Harry Kane, sebagai target utama pengganti Robert Lewandowski. Namun, Bayern Munchen langsung menegaskan tidak memiliki rencana melepas penyerang Timnas Inggris tersebut dan bahkan melontarkan sindiran tajam kepada Barcelona terkait kondisi finansial klub.
Performa Harry Kane bersama Bayern Munchen musim ini memang sangat impresif. Striker berusia 32 tahun tersebut berhasil menjadi mesin gol utama Die Roten setelah mencetak puluhan gol di berbagai kompetisi. Penampilan terbarunya terjadi saat final DFB Pokal ketika Kane mencetak hattrick untuk membawa Bayern mengalahkan VfB Stuttgart dengan skor 3-0.
Ketajaman Kane membuat Barcelona tertarik menjadikannya sebagai penerus Robert Lewandowski di Camp Nou. Menurut laporan Diario AS, nama Harry Kane masuk dalam daftar prioritas transfer bersama Julian Alvarez dan Joao Pedro.
Baca Juga: Hansi Flick Resmi Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga 2028 Usai Sukses Pertahankan Gelar La Liga
Barcelona Cari Pengganti Ideal Robert Lewandowski
Barcelona dikabarkan sedang mempersiapkan regenerasi di lini serang. Robert Lewandowski yang kini memasuki usia senja sebagai pesepak bola membuat manajemen klub mulai menyusun rencana jangka panjang untuk posisi striker utama.
Harry Kane dinilai menjadi pilihan paling ideal karena memiliki pengalaman, kualitas mencetak gol, dan kemampuan bermain di level tertinggi. Selain itu, Kane juga dianggap cocok dengan gaya permainan Barcelona yang mengandalkan kreativitas pemain muda seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Raphinha.
Rumor mengenai adanya klausul pelepasan dalam kontrak Kane bersama Bayern Munchen juga membuat peluang transfer sempat dianggap terbuka. Dibandingkan Julian Alvarez atau Joao Pedro, Kane disebut sebagai sosok yang sudah terbukti mampu tampil konsisten di kompetisi elite Eropa.
Musim ini, kontribusi Kane untuk Bayern Munchen sangat besar. Selain mencetak banyak gol, ia juga menyumbang sejumlah assist penting yang membantu klub bersaing di berbagai ajang. Ketajamannya di depan gawang membuat banyak pihak menilai Kane masih berada dalam level terbaiknya.
Baca Juga: Rivalitas Messi vs Ronaldo Berpotensi Memanas di Piala Dunia 2026
Bayern Munchen Langsung Tutup Pintu Negosiasi
Meski Barcelona tertarik mendatangkan Harry Kane, Bayern Munchen tidak ingin membuka pembicaraan transfer. Presiden kehormatan Bayern Munchen, Uli Hoeness, menegaskan bahwa klubnya tidak memiliki niat menjual sang pemain.
Dalam pernyataannya kepada Diario AS, Hoeness bahkan menyebut Kane sebagai salah satu transfer terbaik Bayern Munchen dalam beberapa tahun terakhir.
"Harry Kane adalah transfer terbaik yang pernah kami lakukan. Bayern adalah klub yang membeli pemain, bukan menjual," ujar Uli Hoeness yang dikutip dari Bola.com.
Tidak berhenti sampai di situ, Hoeness juga melontarkan sindiran yang langsung menarik perhatian publik sepak bola Eropa.
"Dia tidak akan pergi, dan Barcelona juga tidak punya uang," lanjut Hoeness.
Baca Juga: Harry Maguire Kecewa Berat Dicoret dari Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026
Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan Bayern Munchen untuk mempertahankan Kane sebagai bagian penting tim. Selain masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027, Kane juga disebut merasa nyaman tinggal di Jerman bersama keluarganya.
Situasi itu membuat peluang Barcelona mendapatkan tanda tangan Kane dinilai sangat sulit. Bayern Munchen tidak memiliki tekanan untuk menjual pemain andalannya, sementara Kane sendiri masih menjadi pusat permainan klub asal Bavaria tersebut.
Di sisi lain, Barcelona juga masih harus mempertimbangkan kondisi keuangan klub sebelum benar-benar melakukan langkah besar di bursa transfer. Meski nama Harry Kane dianggap dapat meningkatkan kekuatan tim secara signifikan, proses negosiasi diperkirakan tidak akan mudah.
Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Kane ingin meninggalkan Bayern Munchen. Sang striker disebut masih fokus melanjutkan kariernya bersama Die Roten dan menikmati kehidupannya di Bavaria.***
Editor : Dwi Puspitarini