MANCHESTER – Parade perayaan gelar Manchester City pada 25 Mei 2026 berubah menjadi momen emosional penuh haru.
Ribuan suporter tak hanya merayakan keberhasilan klub meraih trofi musim ini, tetapi juga mengucapkan selamat tinggal kepada pelatih legendaris Pep Guardiola.
Sehari setelah laga terakhir Guardiola bersama City, ribuan fans memadati jalanan Manchester di tengah suhu panas mencapai 31 derajat Celsius.
Konfeti biru langit memenuhi udara, sementara para pendukung memanjat tiang lampu dan mencari posisi terbaik demi melihat sosok pelatih yang dianggap mengubah sejarah klub.
Baca Juga: Veda Ega Pede di Moto3 Italia 2026, Mugello Pernah Jadi Saksi Kehebatannya
Trofi Piala Liga Inggris dan Piala FA yang diraih musim ini dipamerkan di atas bus terbuka. Namun, perhatian terbesar tetap tertuju kepada Guardiola yang terus melambaikan tangan dan tersenyum kepada para penggemar.
“Saya sudah mendukung City sekitar 10 tahun, sejak usia enam tahun, sejak Pep datang,” kata Hadley Partridge, suporter berusia 16 tahun yang mengenakan jersey Rodri.
Baca Juga: Skuad Timnas Spanyol Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Pemain Real Madrid Hilang Total
“Saya sangat mencintai Pep dan jelas tidak ingin melihat dia pergi,” lanjutnya.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya atas kepergian Guardiola, remaja tersebut langsung menjawab singkat.
“Hancur. Saya ingin dia bertahan 10 tahun lagi dan memenangkan semua trofi,” ujarnya.
Bagi banyak suporter, kepergian Guardiola bukan sekadar pergantian pelatih, tetapi akhir dari era paling sukses dalam sejarah klub.
Steve Evans dan istrinya, Lisa, yang telah menjadi pemegang tiket musiman lebih dari 20 tahun, mengaku sangat terpukul.
“Hancur,” kata keduanya hampir bersamaan.
“Dua anak kami menangis di pertandingan terakhir karena Pep pergi,” ujar Steve.
“Banyak air mata, rasanya seperti ada yang mengganjal di tenggorokan,” tambah Lisa.
Steve menyebut Guardiola sebagai sosok yang mengubah sepak bola Inggris.
Baca Juga: Patung Raksasa Lionel Messi di India Bikin Resah Warga, Ada Apa?
“Dia mengubah sepak bola di Inggris. Etos kerjanya luar biasa, dia tidak pernah berhenti,” katanya.
Lisa menambahkan bahwa Guardiola melatih dengan penuh cinta terhadap sepak bola, bukan sekadar soal uang.
“Ini tentang gairahnya. Saya rasa dia benar-benar mencintai sepak bola,” ujarnya.
Di atas bus parade, para pemain City juga menikmati momen tersebut sambil mengenang akhir sebuah era. Penyerang Erling Haaland memberikan penghormatan kepada kapten Bernardo Silva dan John Stones.
“Mereka dua legenda klub. Luar biasa di dalam maupun luar lapangan,” kata Haaland yang kembali meraih Sepatu Emas Liga Inggris untuk ketiga kalinya dalam empat musim.
Sementara itu, Jeremy Doku mengaku akan sangat merindukan Guardiola.
“Saya akan sangat merindukannya. Cara dia melatih, memberi nasihat, dia legenda dan mungkin salah satu manajer terbaik sepanjang masa,” ujar Doku.
Tak hanya tim pria, tim wanita Manchester City yang menjuarai Women’s Super League untuk pertama kali dalam satu dekade juga ikut merayakan parade tersebut.
Penyerang Khadija Shaw mengaku bangga bisa mengangkat trofi setelah kerja keras sepanjang musim.
Perayaan kemudian berlanjut ke acara after party di Co-Op Live Arena yang dipenuhi sekitar 17 ribu penonton. Para pemain menyemprotkan sampanye, sementara sejumlah legenda klub seperti Vincent Kompany, Fernandinho, hingga Jack Grealish ikut hadir.
Anak-anak Guardiola, Maria, Marius, dan Valentina, juga naik ke panggung saat 20 trofi yang diraih Guardiola selama melatih City diperlihatkan satu per satu kepada publik.
Vokalis band Noel Gallagher turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan legenda NBA Michael Jordan mengirim pesan video khusus untuk Guardiola.
“Saya ingin mengucapkan selamat atas karier yang luar biasa. Nikmati masa pensiun Anda,” kata Jordan.
Meski Guardiola pergi, sebagian fans mulai memikirkan masa depan klub. Hadley Partridge optimistis jika mantan asisten Guardiola, Enzo Maresca, benar-benar menjadi pengganti.
“Saya rasa dia pilihan bagus karena pernah menjadi tangan kanan Pep dan memahami taktiknya,” ujarnya.
Namun bagi para fans City, malam itu bukan soal masa depan. Mereka memilih menikmati momen terakhir bersama pelatih yang telah memberikan begitu banyak trofi dan kenangan.
Guardiola pun menutup malam dengan pesan emosional kepada para pendukung.
“Saya merasakan koneksi dengan klub ini sejak menit pertama. Terima kasih banyak, saya tidak punya cukup kata untuk bersyukur. Saya akan membawa semua ini sepanjang hidup saya,” kata Guardiola.(*)
Editor : Thomas Priyandoko