Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Duel Murid dan Mentor Rebut Takhta Eropa

Ery Supriyadi • Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:01 WIB
Pelatih PSG Luis Enrique (kiri) dan manajer Arsenal Mikel Arteta akan saling adu strategi pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5) dini hari.
Pelatih PSG Luis Enrique (kiri) dan manajer Arsenal Mikel Arteta akan saling adu strategi pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5) dini hari.
 

KALTIMPOST.ID, BUDAPEST – Final Liga Champions musim ini menghadirkan cerita menarik di balik persaingan Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal. Bukan hanya soal perebutan trofi paling bergengsi di level klub Eropa, tetapi juga duel dua pelatih Spanyol yang memiliki keterkaitan erat sejak masa muda.

Luis Enrique dan Mikel Arteta akan saling adu taktik saat PSG menghadapi Arsenal di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5) dini hari. Pertandingan tersebut disiarkan langsung SCTV, beIN Sports 1, beIN Sports Connect, dan Vidio mulai pukul 00.00 Wita.

Hubungan keduanya berawal dari FC Barcelona. Saat Luis Enrique dan Pep Guardiola berada dalam lingkungan yang sama di klub Catalan tersebut, Arteta sempat menjadi bagian dari lingkaran itu sebelum dipinjamkan ke PSG pada musim panas 2001.

Baca Juga: Cara Mengetahui Nama Penerima Bansos 2026, PKH dan BPNT Tahap 2 Juni Bisa Dicek Online

Kini, keduanya bertemu sebagai pelatih elite Eropa. Menariknya, PSG dan Arsenal sama-sama mengusung filosofi permainan yang menekankan penguasaan bola dan organisasi tim yang kuat.

“Mikel Arteta, saya sangat menyukainya,” ujar Luis Enrique kepada L'Equipe.

Pelatih yang akrab disapa Lucho itu mengakui Arsenal akan menjadi lawan yang sulit. Namun, ia tetap percaya pada identitas permainan yang dibangun PSG selama tiga musim terakhir.

Di sisi lain, Arteta memberikan penghormatan kepada Enrique. Menurutnya, pelatih PSG tersebut memiliki keyakinan kuat terhadap filosofi yang diterapkannya kepada tim.

“Keyakinannya terhadap apa yang ia bangun bersama tim menjadi salah satu kekuatan terbesar yang dimilikinya,” kata Arteta kepada UEFA.

Duel Enrique dan Arteta sekaligus mempertegas dominasi pelatih Spanyol di kompetisi antarklub Eropa musim ini. Sebelumnya, Unai Emery sukses membawa Aston Villa menjuarai Liga Europa, sedangkan Inigo Perez mencatat sejarah bersama Rayo Vallecano dengan menembus final Liga Konferensi Europa.

Baca Juga: Bukan Soal Gibran, Ternyata Ini Alasan Utama Kunjungan Jokowi ke Lampung

Menjelang final, Emery menyebut Enrique dan Arteta sebagai dua pelatih yang sangat layak tampil di partai puncak. Keduanya datang dengan status juara liga domestik musim ini.

Bagi Arteta, laga ini juga bisa menjadi momen penting dalam kariernya. Setelah mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk kembali menjuarai Premier League, pelatih asal Spanyol itu berpeluang mempersembahkan gelar Liga Champions pertama bagi The Gunners.

Manajemen Arsenal pun dikabarkan siap menghadiahinya kontrak baru. Co-chairman Arsenal Josh Kroenke menyebut perpanjangan masa kerja Arteta menjadi salah satu prioritas klub pada musim panas ini. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#PSG vs Arsenal #mikel arteta #luis enrique #final liga champions