Arsenal sebenarnya sempat berada di atas angin pada final Liga Champions 2025/26. Gol cepat Kai Havertz membuat The Gunners unggul sejak awal laga dan memberi tekanan kepada PSG yang tampil sebagai juara bertahan.
Namun PSG juara Liga Champions untuk musim kedua beruntun berkat mental kuat saat menghadapi tekanan. Ousmane Dembele menjadi penyelamat tim lewat gol penalti yang memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tos-tosan.
Arsenal Sempat Membuat PSG Tertekan
Arsenal langsung mengejutkan lawan ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Kai Havertz memanfaatkan kemelut di area pertahanan PSG sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang gagal dihentikan Matvey Safonov.
Gol tersebut membuat Arsenal bermain lebih nyaman. Tim asuhan Mikel Arteta memilih menunggu dan merapatkan pertahanan, sementara PSG dipaksa mendominasi penguasaan bola demi mencari celah.
Meski terus menyerang, PSG kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama. Beberapa upaya Fabian Ruiz dan Dembele belum mampu mengubah kedudukan hingga turun minum.
Penalti Dembele Mengubah Jalannya Final
Memasuki babak kedua, tekanan PSG semakin meningkat. Momentum yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak penalti.
Setelah meninjau melalui VAR, wasit menunjuk titik putih. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. PSG tampil lebih agresif dan beberapa kali mengancam lewat Vitinha serta Kvaratskhelia. Sementara Arsenal mencoba merespons melalui sejumlah pergantian pemain untuk menjaga peluang meraih gelar.
Tidak Ada Pemenang Selama 120 Menit
Kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan hingga waktu normal berakhir. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan.
Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Arsenal sempat memiliki peluang melalui Jurrien Timber dan Viktor Gyokeres pada menit-menit akhir, tetapi lini belakang PSG mampu meredam ancaman tersebut.
Ketika peluit panjang berbunyi, final Liga Champions 2025/26 harus ditentukan melalui adu penalti.
Mental Juara PSG Bicara di Adu Penalti
PSG membuka adu penalti dengan baik melalui Goncalo Ramos dan Desire Doue. Meski Nuno Mendes gagal menjalankan tugasnya, tim asal Paris itu tetap mampu menjaga keunggulan.
Di kubu Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjadi dua pemain yang gagal mencetak gol. Kegagalan tersebut menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir pertandingan.
Lucas Beraldo kemudian memastikan kemenangan PSG. Klub asal Prancis itu menang 4-3 dalam adu penalti dan resmi mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim lalu.
Keberhasilan ini membuat PSG juara Liga Champions dua musim berturut-turut, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa saat ini.
Hasil Adu Penalti PSG vs Arsenal
Goncalo Ramos (PSG) gol
Viktor Gyokeres (Arsenal) gol
Desire Doue (PSG) gol
Eberechi Eze (Arsenal) gagal
Nuno Mendes (PSG) gagal
Declan Rice (Arsenal) gol
Achraf Hakimi (PSG) gol
Gabriel Martinelli (Arsenal) gol
Lucas Beraldo (PSG) gol
Gabriel Magalhaes (Arsenal) gagal.***
Editor : Dwi Puspitarini