KALTIMPOST.ID - Liverpool resmi memecat Arne Slot dari posisi manajer setelah musim 2025/2026 berakhir tanpa gelar. Keputusan tersebut tidak hanya menandai perubahan besar di kursi kepelatihan The Reds, tetapi juga berpotensi memengaruhi masa depan Mohamed Salah. Pemain asal Mesir itu kini disebut memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di Anfield setelah sebelumnya santer dikabarkan akan meninggalkan klub.
Musim lalu menjadi periode yang sulit bagi Liverpool. Berstatus sebagai juara bertahan, tim justru gagal bersaing dalam perebutan trofi. Liverpool hanya mampu menutup kompetisi Premier League di posisi kelima klasemen akhir. Selain itu, perjalanan mereka di berbagai ajang juga berakhir lebih cepat dari yang diharapkan setelah tersingkir di perempat final Liga Champions dan Piala FA serta gagal melangkah jauh di Carabao Cup.
Pemecatan Arne Slot Ubah Situasi Mohamed Salah
Pergantian manajer diyakini menjadi faktor penting yang dapat mengubah keputusan Mohamed Salah terkait masa depannya. Dalam beberapa bulan terakhir, pemain berusia 33 tahun tersebut terus dikaitkan dengan kemungkinan hengkang dari Liverpool. Tawaran bernilai besar dari klub-klub Arab Saudi disebut menjadi salah satu alasan yang membuatnya mempertimbangkan untuk mencari tantangan baru.
Namun, situasi berubah setelah Liverpool memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot. Salah masih memiliki kontrak hingga Juni 2027 dan tetap menunjukkan performa yang konsisten di level tertinggi. Dengan hadirnya proyek baru yang akan dibangun manajemen klub, peluang bagi sang pemain untuk tetap menjadi bagian dari Liverpool kembali terbuka.
Sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern klub, kontribusi Salah tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak bergabung, ia telah membantu Liverpool meraih berbagai gelar bergengsi dan menjadi sosok penting dalam kebangkitan tim di bawah kepemimpinan Jurgen Klopp. Karena itu, mempertahankan Salah menjadi salah satu prioritas yang perlu diperhatikan klub pada masa transisi ini.
Hubungan dengan Slot Disebut Tidak Berjalan Mulus
Selama masa kepelatihan Arne Slot, sejumlah laporan menyebut adanya ketidaksesuaian antara pendekatan taktik yang diterapkan sang pelatih dengan beberapa pemain senior Liverpool. Mohamed Salah menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan situasi tersebut.
Pemain tim nasional Mesir itu beberapa kali disebut kurang nyaman dengan pola permainan yang diterapkan karena dianggap membatasi perannya di lini serang. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Salah mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan Anfield setelah bertahun-tahun menjadi andalan klub.
Meski demikian, berakhirnya masa jabatan Slot dinilai dapat membuka lembaran baru. Dengan hadirnya manajer baru di masa mendatang, Salah berpotensi mendapatkan peran yang lebih sesuai dengan karakter permainannya. Faktor ini diyakini menjadi salah satu alasan yang dapat membuatnya meninjau kembali rencana hengkang yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Liverpool kini memasuki fase penting untuk menentukan arah klub pada musim berikutnya. Selain mencari sosok pelatih yang mampu mengembalikan daya saing tim, manajemen juga harus memastikan para pemain kunci tetap percaya terhadap proyek yang sedang dibangun.
Masa depan Mohamed Salah menjadi salah satu agenda utama yang perlu segera diselesaikan. Liverpool tentu berharap dapat mempertahankan pemain terbaiknya, terlebih mengingat pengalaman, kualitas, dan pengaruh besar yang dimiliki sang winger di dalam maupun luar lapangan.
Jika klub mampu menghadirkan visi yang jelas serta menunjukkan ambisi untuk kembali bersaing di papan atas Premier League dan Liga Champions, peluang Salah untuk tetap mengenakan seragam Liverpool diyakini akan semakin besar. Pemecatan Arne Slot pun bisa menjadi titik awal perubahan yang tidak hanya membawa wajah baru di kursi manajer, tetapi juga membuka kesempatan bagi Liverpool untuk mempertahankan salah satu bintang terbesarnya.***
Editor : Dwi Puspitarini