Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Nasib Timnas Iran Diusir dari AS Usai Hadapi Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei: Kami Tim Paling Tertindas!

Hernawati • Rabu, 17 Juni 2026 | 09:48 WIB
Timnas Iran kala lawan Selandia Baru.
Timnas Iran kala lawan Selandia Baru.

KALTIMPOST.ID, Sungguh nelangsa nasib tim nasional Iran. Di tengah partisipasi mereka dalam ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat (AS), timnas Iran harus menghadapi situasi pelik.

Timnas Iran telah berlaga di laga pembuka Grup G menghadapi Selandia Baru pada Selasa (16/6) pagi WIB.

Dalam laga perdana tersebut, Iran telah berjuang keras menahan imbang Selandia Baru dengan skor 2-2.

Namun, selang beberapa jam usai laga, timnas Iran secara mendadak dipaksa untuk segera angkat kaki dari AS tanpa diberikan waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik.

Hal itu pun membuat sang pelatih, Amir Ghalenoei, mengecam perlakuan yang diterima timnya.

“Mereka tidak memberi kami waktu untuk pulih. Setelah pertandingan hari ini, mereka berkata kepada kami, ‘Kalian harus segera pergi’,” ucap Ghalenoei.

Ia mengungkapkan Iran diminta kembali ke Tijuana, Meksiko, setelah pertandingan. Padahal, kata dia, waktu pemulihan sangat penting bagi kondisi para pemain di tengah jadwal turnamen yang padat.

“Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu untuk pulih, tetapi kami diminta naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana, Meksiko dan kami benar-benar terganggu oleh hal itu,” ujarnya.

Ia pun mengaku masih heran dengan situasi ini. Baginya, ini terasa seperti upaya untuk menindas.

“Sejujurnya, kami tidak tahu mengapa mereka memulangkan kami. Saya rasa ini sangat aneh. Sepertinya pihak lain yang merencanakan semuanya untuk kami,” tuturnya.

“Pengambilan keputusan untuk kami dilakukan di tempat lain. Kami seharusnya datang dua malam sebelum pertandingan, dan kami seharusnya menginap malam ini untuk memulihkan diri dan kembali besok siang,” lanjutnya.

“Kami tidak tahu mengapa. Saya rasa tim kami mungkin adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia,” keluhnya.

Hal buruk sebenarnya sudah dialami Iran sejak sebelum turnamen dimulai. 

Akibat perselisihan diplomatik antara Iran dan Washington, AS sempat menolak menerbitkan visa untuk beberapa staf pendukung tim, dan baru memberikan dokumen perjalanan bagi para pemain di menit-menit terakhir.

Kondisi tersebut memaksa staf teknis Iran untuk merangkap tugas manajerial demi mengisi kekosongan personel. 

Masalah visa ini pula yang memaksa Iran memindahkan kamp pelatihan mereka secara mendadak pada menit-menit terakhir dari Tucson, Arizona (AS) ke Tijuana, Meksiko.

Keluhan dari Lini Depan

Situasi tidak menyenangkan ini turut memicu reaksi keras dari penyerang bintang Iran, Mehdi Taremi. 

Ia pun mengecam perlakuan yang diterima timnya selama turnamen dan menyebutnya sebagai sebuah "bencana". 

“Ini mendatangkan banyak stres bagi para pemain, staf, dan semua orang, tetapi kami tidak memiliki dukungan itu, dan saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini,” ucap Taremi.

Ia mengatakan, fokus dan mental timnya sangat terganggu karena rentetan masalah ini sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelum Piala Dunia bergulir.

Terkait krisis yang menimpa Timnas Iran, Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan sempat mendatangi ruang ganti pemain untuk mendiskusikan masalah tersebut. 

Namun, ia sadar situasi yang mereka hadapi tidaklah sederhana.

“Dia ingin mencoba membantu kami, tetapi ini juga berkaitan dengan hal-hal lain,” papar juru gedor Olympiakos tersebut.

Editor : Hernawati
#Selandia Baru #piala dunia 2026 #amerika serikat #iran #timnas iran