Presiden La Liga Javier Tebas Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA, Buntut Penangguhan Hukuman Folarin Balogun?

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:14 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden La Liga Javier Tebas. (IST)
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden La Liga Javier Tebas. (IST)

KALTIMPOST.ID, Kursi kepemimpinan FIFA kembali menjadi sorotan setelah Presiden La Liga Javier Tebas secara terbuka meminta Gianni Infantino meninggalkan jabatannya.

Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Tebas menilai masa kepemimpinan Infantino sudah tidak lagi ideal.

"Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis," ujar Tebas.

Pria 63 tahun itu juga menyebut sejumlah kebijakan FIFA justru berpotensi merugikan industri sepak bola dunia.

Menurutnya, persoalan di tubuh FIFA tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga sistem pemilihan internal yang dianggap minim persaingan

Baca Juga: Siapa Keyne? Adik Lamine Yamal yang Dijuluki Maskot Kecil Spanyol, Bintang Tribun Piala Dunia 2026 .

"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau mencalonkan diri hanya untuk kalah. Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi keadaan saat ini membuat dia tidak akan pergi," tambah Tebas.

Diketahui, Gianni Infantino mulai menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 26 Februari 2016 setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa FIFA.

Ia kemudian kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin FIFA pada periode berikutnya melalui pemilihan tahun 2019 dan 2023.

Salah satu alasan yang membuat kritik terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menguat adalah polemik terkait keputusan FIFA menangguhkan hukuman penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Balogun sebelumnya mendapat sanksi larangan bermain satu pertandingan. Namun, hukuman tersebut ditangguhkan sehingga ia tetap dapat tampil bersama Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

Keputusan itu menjadi kontroversi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah menghubungi Infantino untuk meminta peninjauan terhadap hukuman tersebut.

Tebas menilai, penangguhan hukuman penyerang Amerika Serikat tersbut menjadi salah satu ancaman terbesar bagi posisi Infantino sebagai pemimpin FIFA.

Desakan Investigasi Etika FIFA

Polemik terkait keputusan FIFA terhadap Balogun bahkan meluas ke ranah politik.

Baca Juga: Detik-Detik Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump: Terima Medali Langsung Berlalu, Sengaja?

Sebanyak 72 anggota Parlemen Eropa mendesak Komite Etika FIFA membuka penyelidikan terhadap Infantino terkait dugaan pelanggaran prinsip independensi organisasi.

Selain itu, lembaga advokasi FairSquare juga mengajukan laporan kepada Komisi Etika Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Meski mendapat tekanan dan kritik, belum ada keputusan resmi mengenai masa depan Gianni Infantino di FIFA.

Namun, desakan mundur dari Javier Tebas menambah panjang daftar sorotan terhadap kepemimpinannya di federasi sepak bola dunia tersebut. (*)

Editor : Almasrifah
Folarin Balogun Presiden FIFA Javier Tebas gianni infantino penangguhan hukuman