Neom SC dan Kisah Aneh Klub Kaya: Kota Belum Jadi, Suporter Malah Harus Dibayar

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Neom SC, klub dari Kota Neom yang masih dalam proses pembangunan di Arab Saudi. (ARABIAN BUSINESS)
Neom SC, klub dari Kota Neom yang masih dalam proses pembangunan di Arab Saudi. (ARABIAN BUSINESS)

 

KALTIMPOST.ID, NEOM - Neom Sports Club menjadi salah satu klub paling unik di Saudi Pro League (SPL). Baru berusia tiga tahun, klub asal Arab Saudi itu sudah mencuri perhatian karena kekuatan finansial dan deretan pemain ternama yang dimiliki.

Neom SC naik kasta ke SPL musim lalu. Dengan dukungan dana besar, klub tersebut mampu finis di posisi kedelapan dari 18 peserta.

Namun, di balik perkembangan pesat itu, tersimpan ironi. Neom SC menggunakan nama kota yang hingga kini masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Argentina Tetapkan 15 Juli sebagai Hari Timnas, Ini Alasan di Balik Pilihan Unik

Pada 5 Juni 2023, Al-Suqoor Club diambil alih perusahaan pengelola proyek NEOM yang berada di Provinsi Tabuk, Arab Saudi. Setelah akuisisi tersebut, klub berganti nama menjadi Neom SC.

Nama Neom diambil dari perusahaan yang mengembangkan proyek kota futuristis tersebut, termasuk proyek The Line. Artinya, identitas klub sudah melekat dengan sebuah kota yang belum sepenuhnya terwujud.

Meski demikian, kekuatan finansial Neom SC tidak main-main. Sejak promosi ke SPL, klub dilaporkan telah menghabiskan USD 127,5 juta atau sekitar Rp 2,28 triliun untuk belanja pemain.

Beberapa nama besar ikut didatangkan. Salah satunya mantan striker Arsenal dan timnas Prancis, Alexandre Lacazette. Selain itu, ada winger Said Benrahma dan gelandang Abdoulaye Doucoure.

Neom SC juga menunjuk Christophe Galtier sebagai pelatih. Galtier sebelumnya menangani Paris Saint-Germain pada 2022–2023.

Galtier menyebut investasi besar tersebut merupakan bagian dari ambisi pemilik klub untuk menjadikan Neom SC sebagai kekuatan baru sepak bola Arab Saudi.

Baca Juga: Trio Maut Real Madrid, Mourinho Racik Diomande-Mbappe-Vini

"Investasi besar-besaran yang kami lakukan ini sejalan dengan ambisi besar pemilik klub menjadikan Neom SC sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Arab Saudi," kata Galtier, seperti dilansir Foot1.

Namun, ada satu persoalan yang belum terselesaikan: basis suporter.

Neom SC belum memiliki basis pendukung besar karena kota yang menjadi identitas klub masih dalam tahap pembangunan. Untuk sementara, mereka bermarkas di King Khalid Sports City Stadium, Tabuk, yang masih berada di Provinsi Tabuk.

Situasi tersebut membuat Neom SC mengambil langkah yang cukup unik untuk menarik penonton ke stadion.

Menurut laporan L'Equipe, klub mendatangkan penonton bayaran. Mereka disebut mendapat EUR 11 atau sekitar Rp 227 ribu untuk setiap pertandingan.

Salah seorang penonton bahkan mengaku mendapat tawaran menjadi pendukung melalui pesan WhatsApp. Hanya nomor telepon yang telah terdaftar yang berhak menerima pembayaran tersebut.

Dengan begitu, ketika Lacazette dan rekan-rekannya mencetak gol atau merayakan kemenangan, sorak-sorai di stadion tidak semuanya datang dari suporter yang tumbuh bersama klub. (*)

Editor : Ery Supriyadi
saudi pro league Neom SC Alexandre Lacazette Christophe Galtier suporter bayaran