Justin Hubner Dihujat Warganet, PSSI Prihatin: Jangan Sampai Pemain Kapok Bela Indonesia

Hernawati • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia.
Justin Hubner, pemain Timnas Indonesia.

KALTIMPOST.ID, Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner menjadi sasaran hujatan hingga ancaman di media sosial. 

Serangan tersebut bahkan ikut menyasar keluarga sang pemain.

Pemain yang memiliki darah keturunan Makassar tersebut dilaporkan mendapat pesan bernada ancaman melalui Instagram pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Tidak hanya dirinya, sang istri, Jennifer Coppen dan putri kecil mereka, Kamari turut menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab.

Atas hal tersebut, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan keprihatinannya.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menekankan Justin Hubner adalah pemain dengan patriotisme tinggi saat membela tim Garuda.

Ia mengatakan, kritik terhadap performa Timnas Indonesia merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya diarahkan kepada pemain maupun keluarganya.

“Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya,” ucap Yunus Nusi.

Justin Hubner memang tidak dapat memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026. Akan tetapi, Yunus menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk meragukan nasionalisme pemain yang kini berkarier di luar negeri itu.

PSSI justru melihat kasus tersebut sebagai peringatan agar perilaku bullying terhadap pemain tidak terus berulang.

Sebab, jika tekanan kepada pemain semakin besar, dampaknya bisa menjalar hingga ke hubungan pemain diaspora dengan Timnas Indonesia.

Yunus bahkan mengaku khawatir para pemain pada akhirnya memilih untuk tidak lagi memperkuat Indonesia akibat tekanan yang mereka terima.

"Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara," lanjutnya.

Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian penting bagi PSSI, mengingat Timnas Indonesia kini banyak diperkuat pemain diaspora.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat skuad Merah-Putih di berbagai kompetisi internasional.

PSSI tidak mempermasalahkan apabila suporter memberikan kritik setelah tim mendapatkan hasil buruk. 

Namun, Yunus meminta kritik tersebut disampaikan kepada federasi atau pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan tim, bukan diarahkan kepada pemain maupun keluarganya.

Editor : Hernawati
pssi Justin Hubner yunus nusi