KALTIMPOST.ID, ISTANBUL – Super Lig Turki dan Saudi Pro League (SPL) memang belum masuk jajaran lima liga elite Eropa maupun dunia. Namun, kedua kompetisi tersebut menjadi perhatian pada bursa transfer musim panas tahun ini karena semakin aktif merekrut pemain bintang.
Mereka tidak sekadar menjadi tujuan bagi mantan pemain bintang yang sudah memasuki usia senja. Sejumlah klub justru mulai memburu pemain yang masih berada dalam usia produktif.
Di Super Lig, Fenerbahce telah mendatangkan Romelu Lukaku dan Mason Greenwood. Klub tersebut sebelumnya juga merekrut N’Golo Kante. Sementara itu, Galatasaray memiliki sederet nama besar seperti Leroy Sane, Ilkay Gundogan, dan Victor Osimhen.
Baca Juga: 45 Anggota Paskibraka Kutai Barat 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Emban Tugas Mulia
Dusan Vlahovic juga dikabarkan akan menyusul Leandro Trossard yang bergabung dengan Besiktas. Trossard resmi meninggalkan Arsenal dan menandatangani kontrak dengan klub Turki tersebut pada musim panas ini.
Belum lagi Mohamed Salah. Kapten timnas Mesir itu sempat mendapat tawaran dari klub-klub SPL sebelum memilih menandatangani kontrak dua tahun bersama Trabzonspor. Kepindahan Salah ke Turki menjadi salah satu transfer paling mengejutkan pada musim panas ini.
Lalu, apa yang membuat Super Lig menarik?
Gulf News menyebut kesempatan tampil di kompetisi Eropa menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, seperti dilaporkan The Telegraph, struktur pembayaran gaji di Turki memungkinkan klub menanggung kewajiban pajak pemain. Akibatnya, pemain dapat memperoleh pendapatan bersih yang sangat besar.
Salah, misalnya, disebut mendapatkan sedikitnya GBP 14,5 juta atau sekitar Rp 349,4 miliar per musim secara bersih dari Trabzonspor. Jumlah tersebut belum termasuk bonus. “Pada dasarnya, mereka menerima uangnya secara bersih. Tidak ada kewajiban pajak. Klub yang membayar pajaknya,” kata seorang agen Turki kepada The Telegraph.
Fenomena serupa juga terjadi di SPL. Kompetisi Arab Saudi itu mulai mengubah arah perekrutan pemain. Seperti dilaporkan The Guardian, klub-klub SPL kini mengurangi ketergantungan pada superstar berusia lanjut dan lebih memilih pemain yang memiliki prospek jangka panjang serta nilai jual kembali.
Baca Juga: Tiga Siswa SDN 009 Bontang Utara Dibawa ke Puskesmas, SPPG Bantah Berkaitan dengan MBG
Dua rekrutan terbaru, Crysencio Summerville di Al-Hilal dan Tijjani Reijnders yang menuju Al-Qadsiah, menjadi contohnya. Summerville bergabung dengan Al-Hilal pada usia 24 tahun dengan kontrak empat tahun.
Sementara itu, Reijnders yang berusia 28 tahun tengah dalam proses kepindahan dari Manchester City ke Al-Qadsiah. Kesepakatan kedua klub dilaporkan berada di kisaran EUR 60 juta, dengan kepindahan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana klub-klub Arab Saudi kini membidik pemain dalam usia produktif.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa Super Lig Turki dan SPL tidak lagi sekadar menjadi tujuan bagi pemain yang ingin mengakhiri karier. Keduanya mulai berusaha membangun daya tarik dengan mendatangkan pemain yang masih memiliki kemampuan bersaing sekaligus nilai komersial dan potensi jangka panjang. (*)
Editor : Ery Supriyadi