KALTIMPOST.ID - Manchester City harus menghadapi pekerjaan besar pada awal era Enzo Maresca setelah kalah 0-3 dari Arsenal pada Community Shield, Minggu (16/8). Hasil tersebut menjadi tanda bahwa proses membangun kembali kekuatan Manchester City tidak akan berjalan mudah.
Kekalahan itu sekaligus membuat Manchester City memulai babak baru dengan hasil yang kurang meyakinkan. Arsenal tampil lebih dominan, sementara permainan Manchester City belum menunjukkan kekuatan yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Bagi Manchester City, perubahan besar memang tidak terhindarkan setelah kepergian Pep Guardiola. Enzo Maresca kini mendapat tugas untuk menjaga daya saing tim sekaligus membangun kembali permainan yang sesuai dengan gagasannya.
Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Bersiap ke Asian Games 2026, Pemanasan di Samdech Thipadei Cup
Era Baru Manchester City Dimulai dengan Tantangan
Manchester City sebenarnya tidak benar-benar asing dengan sosok Maresca. Pelatih tersebut pernah menjadi bagian dari staf Guardiola sebagai asisten pada 2022-2023 sebelum melanjutkan karier sebagai manajer Leicester City dan Chelsea.
Pengalaman Maresca bersama Manchester City menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi masa transisi. Bersama Chelsea, Maresca juga berhasil meraih UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Namun, tantangan di Manchester City tentu berbeda. Ia kini harus memimpin tim yang terbiasa bersaing untuk berbagai gelar dan sebelumnya berada di bawah kendali Guardiola selama sekitar satu dekade.
Manchester City harus beradaptasi dengan perubahan besar setelah Guardiola meninggalkan klub. Selama berada di Manchester City, Guardiola membangun tim yang berhasil meraih berbagai gelar, termasuk enam trofi Liga Inggris dan satu Liga Champions.
Situasi tersebut membuat pekerjaan Maresca di Manchester City menjadi semakin berat. Ia bukan hanya dituntut memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga menjaga standar tinggi yang sudah melekat pada klub.
Pundit sepakbola BBC sekaligus mantan pemain Everton, Pat Nevin, menilai Manchester City memang sedang memasuki periode yang berbeda.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Selalu Ada, Bagaimana Sejarah dan Awal Mulanya?
"Para penggemar Man City pasti menyadari, ini adalah masa transisi," ujar Pat Nevin, pundit sepakbola BBC sekaligus eks pemain Everton, dilansir dari Detiksport, Selasa (18/8).
Menurut Nevin, Manchester City sebenarnya datang ke Community Shield dengan target meraih kemenangan. Namun, penampilan yang ditunjukkan justru belum sesuai dengan ambisi tersebut.
"Menurut saya, Man City tidak datang hari ini sekadar untuk lari-lari santai. Mereka datang dengan ambisi memenangkan Community Shield, namun performa mereka jauh dari harapan untuk mewujudkannya," sambung Pat Nevin.
Manchester City Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah
Persaingan yang akan dihadapi Manchester City pada musim baru juga tidak mudah. Arsenal sebagai juara bertahan terus memperkuat skuad, sementara persaingan di Liga Inggris semakin ketat dengan hadirnya sejumlah manajer baru.
Kondisi sejumlah pemain juga menjadi perhatian dalam proses pembentukan Manchester City di bawah Maresca. Erling Haaland, misalnya, dinilai belum mencapai performa terbaiknya pada pertandingan tersebut.
"Saat ini, Haaland belum mencapai performa terbaiknya, dan itu memberikan dampak yang signifikan. Doku dan Semenyo memang sempat menunjukkan aksi gemilang sesekali, sementara Elliot Anderson, meski sudah berusaha keras, belum benar-benar padu dengan tim," papar Pat Nevin.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Manchester City masih membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi pemain dan permainan yang paling sesuai dengan era Maresca.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh City," tutup Pat Nevin.
Kekalahan dari Arsenal memang baru terjadi pada awal musim, sehingga belum cukup untuk menggambarkan seluruh perjalanan Manchester City bersama Maresca. Namun, hasil tersebut setidaknya memperlihatkan bahwa perubahan besar membutuhkan proses.
Bagi Manchester City, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa masa transisi tersebut dapat segera berubah menjadi awal baru yang kompetitif. Maresca kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu membawa klub tetap berada di level tertinggi setelah era Guardiola berakhir.***
Editor : Dwi Puspitarini