KALTIMPOST.ID - Persahabatan masa kecil bakal teruji di pinggir lapangan. Mikel Arteta dan Xabi Alonso akan berhadapan sebagai rival untuk kali pertama di Premier League saat Arsenal menjamu Chelsea di Emirates Stadium, Minggu (6/9) malam.
Duel ini bukan sekadar pertemuan dua klub London yang sama-sama mengawali musim dengan sempurna. Laga tersebut juga menjadi panggung adu taktik dua pelatih asal Spanyol yang telah saling mengenal sejak kecil.
Arteta dan Alonso sama-sama berasal dari San Sebastian, wilayah Basque, Spanyol. Keduanya tumbuh bersama dan pernah menimba ilmu sepak bola di klub lokal Antiguoko.
Persahabatan itu berlanjut hingga mereka berkarier sebagai pemain di Inggris. Arteta memperkuat Everton, sementara Alonso menjadi gelandang andalan Liverpool. Keduanya pun pernah berhadapan dalam rivalitas sepak bola Inggris.
Di luar lapangan, hubungan keduanya tetap dekat. Bahkan, Arteta dan Alonso pernah tinggal berdekatan ketika sama-sama berada di Merseyside.
Baca Juga: Premier League Makin Dominan, Musim 2026/2027 Inggris Kirim Sembilan Klub ke Eropa
Kini, keduanya kembali berada dalam situasi berbeda. Arteta menjadi nakhoda Arsenal, sedangkan Alonso dipercaya menangani Chelsea.
Arteta mengakui kesibukan sebagai pelatih membuat mereka tak lagi mudah bertemu. Namun, hubungan yang telah terjalin puluhan tahun tetap kuat.
"Hubungan itu sudah terjalin selama bertahun-tahun, dan kami telah berbagi banyak momen indah bersama," ujar Arteta seperti dilansir laman resmi Arsenal.
Meski demikian, persahabatan harus dikesampingkan ketika pertandingan dimulai.
"Sekarang kami berada dalam sebuah kompetisi. Ketika Anda saling berhadapan, Anda tahu apa yang akan terjadi," tegasnya.
Arteta dan Alonso sebelumnya pernah beradu strategi dalam laga persahabatan pada 2024, ketika Alonso masih melatih Bayer Leverkusen.
Namun, duel di Emirates memiliki arti berbeda. Ini menjadi pertemuan pertama mereka sebagai pelatih di Premier League.
Arsenal dan Chelsea sama-sama mengoleksi enam poin dari dua laga awal. Selama 90 menit, dua sahabat lama itu harus berubah menjadi rival demi mempertahankan start sempurna. ***
Editor : Dwi Puspitarini