KALTIMPOST.ID - Tiga bintang Real Madrid, yakni Kylian Mbappe, Vinicius Jr, dan Ibrahima Konate, mendadak terseret pusaran polemik politik di Spanyol. Sorotan publik mengemuka setelah ketiganya sengaja menggulung kaus solidaritas bagi warga Ceuta sebelum laga kontra Elche dimulai.
Seluruh pemain yang berlaga dalam lanjutan La Liga tersebut sejatinya diminta mengenakan kaus khusus bertuliskan "Todos somos caballas". Tulisan tersebut memiliki arti "kita semua adalah mackerel", yang merupakan sebutan populer bagi penduduk kawasan Ceuta.
Ceuta sendiri adalah wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara yang sempat dilanda krisis kemanusiaan usai sekitar 80 ribu migran melintasi perbatasan Maroko pada Juli lalu. Aksi solidaritas ini diinisiasi langsung oleh operator La Liga dan didukung mayoritas klub, kendati Barcelona memilih tidak ikut serta.
Baca Juga: DJP Minta Perombakan Pejabat Dibatalkan, Menkeu Suahasil Masih Kaji Rekomendasi Eselon I
Aksi Menggulung Kaus Menuai Kritik Pedas
Saat pertandingan berlangsung, seluruh pemain Elche dan delapan pemain utama Real Madrid mengenakan kaus tersebut secara utuh. Namun pemandangan berbeda diperlihatkan Mbappe, Vinicius, dan Konate yang melipat kaus hingga separuh badan sehingga pesan dukungan tidak terlihat.
Tindakan ketiga pemain itu sontak memancing kegeraman sejumlah tokoh politik di Spanyol. Juru bicara partai populis Vox, Jose Maria Figaredo, menilai aksi tersebut menunjukkan ketidakpedulian terhadap keresahan warga Spanyol.
"Ketiga pemain ini sepenuhnya bebas melakukan dan membela tujuan apa pun yang mereka inginkan. Namun, rakyat Spanyol juga sepenuhnya bebas merasa marah terhadap tiga jutawan yang tinggal di Spanyol, tetapi kemudian tidak mendukung rakyat Spanyol," tegas Jose Maria Figaredo, dilansir dari Bola.com, Jumat (18/9).
Kritik tajam turut dilontarkan oleh perwakilan Partai Rakyat, Ester Munoz. Menurutnya, ketiga penggawa Madrid semestinya menunjukkan rasa simpati pada masalah kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat Ceuta.
"Saya percaya ini merupakan persoalan kemanusiaan dan mereka harus menjelaskan alasannya. Sejujurnya, saya merasa cukup malu melihat mereka," ujar Ester Munoz.
Pemerintah Redam Isu, Madrid Lindungi Pemain
Merespons kegaduhan yang meluas, anggota pemerintahan sosialis Spanyol berupaya meluruskan polemik tersebut. Mereka meminta agar arena olahraga tidak dimanfaatkan untuk memicu gesekan politik.
"Keputusan mengenakan atau tidak mengenakan kaus tersebut adalah keputusan pribadi para atlet, dan nilai-nilai luhur olahraga tidak boleh diabaikan demi kepentingan politis," terang perwakilan pemerintah sosialis sembari menuding pihak oposisi memperkeruh situasi.
Partai sayap kiri Sumar juga mengingatkan publik agar tidak terjebak dalam sentimen sempit. Mereka menegaskan bahwa dukungan kemanusiaan untuk warga Ceuta tidak semestinya dipelintir demi memicu isu perpecahan identitas maupun narasi rasisme.
Di kubu internal, Real Madrid mengambil sikap tetap melindungi hak individu para pemainnya. Kendati menyepakati kampanye solidaritas bersama Elche, manajemen Los Blancos tetap memberikan ruang kebebasan penuh bagi setiap pemain untuk menentukan sikap di lapangan.***
Editor : Dwi Puspitarini