KALTIMPOST.ID, LISBON – Bagi Jorge Jesus, Lisbon selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kariernya. Di kota ini, dia untuk kali pertama membawa SL Benfica menjuarai Primeira Liga pada musim 2009–2010. Kini, Lisbon menjadi panggung awal kariernya sebagai pelatih Timnas Portugal.
Cristiano Ronaldo dan kolega akan menghadapi Wales pada matchday pertama Grup A4 UEFA Nations League di Estádio José Alvalade, Lisbon, Kamis (24/9) malam waktu setempat atau Jumat (25/9) dini hari Wita. Pertandingan dijadwalkan mulai pukul 02.45 Wita dan menjadi laga pertama Jesus bersama Selecao das Quinas.
Stadion José Alvalade juga memiliki cerita tersendiri bagi Jesus. Dia pernah menangani Sporting CP dan mengakhiri periode tersebut pada 2018. Setelah meninggalkan Lisbon, Jesus melanjutkan karier ke sejumlah klub di luar Portugal. Salah satunya Al-Nassr, tempat dia menangani Ronaldo pada musim 2025–2026.
Baca Juga: Belanda vs Jerman: Simfoni alas Xavi Melawan Heavy Metal Klopp di Johan Cruijff Arena
Debut ini sekaligus membuat Jesus mencatatkan rekor. Pada usia 72 tahun, dia menjadi pelatih tertua yang menangani Portugal dalam pertandingan resmi, melewati rekor Fernando Santos yang sebelumnya berusia 68 tahun.
Jesus datang dengan tuntutan untuk mempertahankan gelar juara UEFA Nations League yang diraih Portugal pada edisi sebelumnya. Portugal juga memasuki era baru setelah Roberto Martínez meninggalkan kursi pelatih menyusul kegagalan di Piala Dunia 2026.
Di bawah arahan Jesus, permainan menyerang menjadi salah satu hal yang mendapat sorotan. Analis sepak bola Portugal Laurindo Filho menilai pendekatan Jesus dapat membuat Portugal bermain lebih ofensif dalam analisisnya di A Bola.
Salah satu pemain yang mendapat perhatian Jesus adalah Rafael Leão. Keduanya pernah bekerja sama di Sporting CP. Jesus bahkan mengungkapkan bahwa Leão tidak selalu ditempatkan sebagai pemain sayap ketika berada di bawah asuhannya.
“Selama jadi pemainku, Leão tidak pernah berada di posisi sayap, dia selalu main sebagai striker. Bahkan, aku pernah menurunkannya sebagai striker dalam laga lawan FC Porto dan dia berhasil mencetak salah satu gol Sporting,” tutur Jesus seperti dilansir Mais Futebol.
Baca Juga: BPS Paser Jelaskan Desil, Tak Hanya Berdasarkan Besaran Gaji
Kini, setelah bertahun-tahun meninggalkan Lisbon, Jesus kembali ke José Alvalade. Bedanya, kali ini dia datang bukan sebagai pelatih klub, melainkan sebagai nakhoda Portugal untuk memulai kiprahnya di UEFA Nations League. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran