KALTIMPOST.ID, OVIEDO – Luis de la Fuente untuk kali pertama menghadapi Santi Denia dalam posisi berbeda. Sebelumnya, keduanya pernah bekerja bersama di Las Rozas –kamp latihan timnas Spanyol– selama 11 tahun, tepatnya pada 2013–2024, sebagai pelatih timnas kelompok umur U-17, U-19, U-21, dan U-23.
Ketika De la Fuente berlanjut sebagai pelatih timnas senior, Denia yang baru memenangi medali emas Olimpiade Paris 2024 memilih hengkang.
Estadio Carlos Tartiere, Oviedo, dini hari nanti menjadi panggung pertemuan keduanya. De la Fuente bersama Spanyol akan menjamu Republik Ceko asuhan Denia dalam matchday ketiga Grup A3 UEFA Nations League. Laga tersebut disiarkan langsung RCTI, MNC Soccer Channel, K-Vision, RCTI+, dan Vision+ pukul 02.45 Wita.
Baca Juga: Eks Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Pukul dan Tampar Siswa, 20 Murid Jadi Korban
“(Laga) ini akan seperti bermain catur dengan Luis. Dia menggerakkan (pion) yang ini, aku akan menggerakkan (pion) yang lain,” ucap Denia, seperti dilansir Marca.
Bukan hanya Denia yang memiliki pengalaman bekerja bersama De la Fuente. Pablo Amo, mantan asisten De la Fuente pada 2022–2025, kini menjadi tangan kanan Denia di Ceko.
Berbekal referensi dari Amo, Denia tahu Ceko bisa menjadi sasaran empuk jika memilih bermain terlalu bertahan menghadapi Rodri dan kawan-kawan.
“Kami harus mengelola semuanya. Pressing tinggi, blok dari tengah, blok rendah, pertahanan box-to-box, dan transisi. Jika bermain dengan blok rendah, mereka akan mengalahkanmu,” beber pelatih berusia 52 tahun itu.
Di antara skuad yang dibawa De la Fuente kali ini, terdapat beberapa pemain yang pernah menjadi senjata Denia saat menangani timnas kelompok umur Spanyol. Di antaranya Fermin Lopez, Álex Baena, dan Pau Cubarsi.
Dua nama terakhir kini menjadi bagian penting dalam permainan Spanyol era De la Fuente, termasuk saat memenangkan Piala Dunia 2026.
Absennya Nico Williams di posisi sayap kiri membuat Baena tetap dipercaya mengisi posisi tersebut. Sementara itu, Cubarsi di lini belakang juga masih menjadi pilihan utama.
“Kedua pemain (Baena dan Cubarsi, Red) semakin berkembang dan peran mereka juga sangat vital di La Furia Roja (sebutan Spanyol, Red),” tutur Denia.
Di sisi lain, striker Ceko Adam Hlozek seperti ditangani sosok yang tepat dengan kehadiran Denia. Sejak usia muda, Hlozek sudah disebut-sebut sebagai “The New Alvaro Morata”.
Baca Juga: AQUA DBL Dance 2026, saat Wastra Nusantara Tampil dengan Gaya Anak Muda
Denia pun memperlakukannya seperti Morata, mantan striker sekaligus kapten La Furia Roja.
“Aku rasa dia (Denia) memahami pentingnya laga melawan tim juara dunia (Spanyol). Kami sangat termotivasi untuk menyulitkan mereka,” ungkap Hlozek, yang bermain untuk klub Bundesliga TSG 1899 Hoffenheim, seperti dilansir Sport.
Sementara itu, surat kabar Jerman Bild mengungkap daftar gaji terbesar pelatih timnas di dunia. Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, berada di posisi teratas dengan gaji EUR 10 juta atau sekitar Rp 201,3 miliar per tahun.
Di posisi berikutnya ada pelatih baru Jerman, Jurgen Klopp, dengan EUR 7 juta atau sekitar Rp 140,8 miliar per tahun.
Mauricio Pochettino (Amerika Serikat) berada di peringkat ketiga dengan penghasilan EUR 6,8 juta atau sekitar Rp 136,8 miliar per tahun. Dia berada di atas Thomas Tuchel (Inggris) yang menerima EUR 6 juta atau sekitar Rp 120,7 miliar per tahun.
Melengkapi lima besar adalah De la Fuente. Meski memenangkan Piala Dunia 2026, pelatih berusia 65 tahun itu “hanya” menerima EUR 5 juta atau sekitar Rp 100,6 miliar per tahun. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran