Kroasia Dibantai Inggris 7-0, Modric: Saya Malu

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:14 WIB
Luka Modric kecewa setelah Kroasia dibantai Inggris 0-7, kekalahan terbesar dalam sejarah Vatreni sejak merdeka pada 1991. (DAN MULLAN/AFP)
Luka Modric kecewa setelah Kroasia dibantai Inggris 0-7, kekalahan terbesar dalam sejarah Vatreni sejak merdeka pada 1991. (DAN MULLAN/AFP)

 

KALTIMPOST.ID, RIJEKA – Luka Modric tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah Kroasia menelan kekalahan telak 0-7 dari Inggris dalam UEFA Nations League di Rijeka, Minggu (4/10).

Kekalahan tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Kroasia sejak merdeka pada 1991. Bagi Modric, hasil itu terasa semakin menyakitkan karena menjadi pengalaman yang belum pernah dirasakannya selama dua dekade membela timnas.

“Saya sudah 20 tahun membela timnas dan ini kali pertama saya merasa malu setelah pertandingan,” kata Modric.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Festival Pasir Putih Muara Benangaq Kubar: Balap Ketinting hingga Begasing

Gelandang sekaligus kapten Kroasia itu menilai kekalahan telak tersebut seperti menyia-nyiakan reputasi yang telah dibangun tim selama bertahun-tahun.

“Kalah dengan cara seperti ini seperti menyia-nyiakan reputasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. Ini sulit diterima. Saya merasa malu,” tegasnya.

Inggris tampil dominan sejak menit awal. Harry Kane, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka membawa Three Lions unggul 4-0 pada babak pertama.

Selepas jeda, Inggris tidak mengendurkan tekanan. Kane, Saka, dan Morgan Rogers kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk melengkapi kemenangan 7-0.

Bagi pelatih Inggris, Thomas Tuchel, kemenangan tersebut menjadi respons sempurna setelah timnya sempat kalah 2-3 dari Spanyol. Ia menilai para pemain mampu menerapkan hasil evaluasi dan latihan ke dalam pertandingan.

Baca Juga: UM Perluas Jejaring Akademik Internasional, Jajaki Kolaborasi dengan NEWUNI Georgia  

“Ya, saya rasa begitu. Itu adalah penampilan yang sempurna selama 90 menit,” ujar Tuchel. (*)

Editor : Ery Supriyadi
uefa nations league luka modric thomas tuchel inggris kroasia