Kroasia Dibantai Inggris 0-7, Luka Modric Mengaku Malu Sepanjang Kariernya

Nugroho Pandu Cahyo • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:27 WIB
Modric setelah pertandingan menghadapi Inggris. (reuters)
Modric setelah pertandingan menghadapi Inggris. (reuters)

KALTIMPOST.ID - Kapten tim nasional Kroasia, Luka Modric, mencurahkan rasa malu mendalam setelah timnya dibantai tanpa ampun oleh Inggris dengan skor mencolok 0-7 di Rijeka. Hasil memalukan dalam lanjutan UEFA Nations League tersebut resmi tercatat sebagai kekalahan terburuk sepanjang sejarah sepak bola Kroasia.

Kekalahan kandang ini melampaui rekor kelam Vatreni sebelumnya saat dicukur Spanyol enam gol tanpa balas pada 2018 silam. Modric, yang memegang rekor penampilan terbanyak bagi negaranya, menegaskan bahwa cara bermain timnya sama sekali tidak dapat diterima akal sehat.

"Sangat sulit mencari penjelasan logis atas penampilan tanpa duel perebutan bola, tanpa pelanggaran, tanpa agresivitas, dan tanpa kebersamaan seperti tadi," tutur Modric dikutip dari media Kroasia, Jutarnji.

"Saya sudah membela tim nasional selama dua puluh tahun, namun baru kali ini saya benar-benar merasa sangat malu seusai laga berakhir," lanjut gelandang veteran tersebut.

Baca Juga: Panen Promo di HUT ke-11 Hotel Platinum, Hanya Rp 800 Ribuan Bisa Nikmati Kamar dan Fasilitas Lain

Modric tidak menampik bahwa skuad The Three Lions saat ini bermain jauh lebih impresif dan mendominasi laga. Kendati demikian, menyerah begitu saja tanpa perlawanan militan dianggapnya sebagai tindakan yang mencoreng nama baik negara di panggung internasional.

"Anda tentu bisa saja menelan kekalahan atau mengakui keunggulan tim lawan yang memang sedang bermain lebih bagus, dan Inggris memang luar biasa saat ini," ungkap pemain berusia 41 tahun tersebut.

"Namun, tumbang dengan cara menyedihkan seperti ini dan menyia-nyiakan reputasi terhormat yang kami bangun susah payah selama bertahun-tahun adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi," tegas Modric menambahkan.

Kekacauan koordinasi antarlini Kroasia membuat Modric merasa timnya bermain layaknya kehilangan separuh personel di atas rumput hijau. Ketiadaan daya juang skuad asuhan Zlatko Dalic membuat barisan penyerang Inggris leluasa menggelontorkan gol demi gol.

Baca Juga: Ketika The Fed Berkata “Naik” : Membaca Ulang Trilema Mata Uang Dunia 2026

"Anda tidak bisa bermain sepak bola dengan cara seperti itu. Kita mustahil menang jika kekurangan dua pemain, apalagi tadi kami terlihat seolah bermain minus empat hingga lima orang di lapangan. Ini benar-benar malam bencana," keluh Modric.

Penderitaan Kroasia dipastikan belum usai lantaran jadwal mahaberat sudah mengintai di depan mata. Vatreni dijadwalkan segera menjamu raksasa Eropa lainnya, Spanyol, di Stadion Poljud, Split, pada hari Selasa mendatang.

Spanyol diprediksi bakal menjadi batu sandungan berat berikutnya karena memegang rekor kemenangan sempurna seratus persen di fase grup Nations League. Pada pertemuan perdana sebelumnya, Kroasia bahkan sudah sempat dilumat Spanyol dengan skor telak 1-4.

"Kami harus segera mengumpulkan kembali fokus mental kami dan tetap bersatu erat karena laga sulit berikutnya sudah menanti di depan mata," seru Modric membakar semangat timnya.

"Kami wajib menunjukkan jati diri Kroasia yang sesungguhnya, bahwa kami masih memiliki harga diri, perlawanan, tekad, kemauan bertarung, dan solidaritas. Nilai-nilai perjuangan tersebut tidak boleh lenyap dalam semalam," pungkasnya.

Kekalahan telak dari Inggris ini kian membenamkan posisi Kroasia di peringkat ketiga klasemen sementara Grup Tiga UEFA Nations League A. Modric dan kawan-kawan kini dituntut bangkit demi menyelamatkan martabat sepak bola mereka di hadapan publik sendiri. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Hasil Sepak Bola uefa nations league luka modric inggris kroasia