KALTIMPOST.ID, BUENOS AIRES – Lionel Messi memamerkan liak-liuk ala tarian tango bersama timnas Argentina untuk kali pertama 21 tahun silam. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2006 zona Conmebol tersebut, Messi menyumbang satu assist saat Argentina menekuk Peru 2-0.
Memori di Estadio Monumental, Buenos Aires, itu yang bisa diulangi Messi pada Rabu (7/10) pagi WIB saat melawan Benin dalam laga uji coba internasional. Bedanya, kali ini menjadi laga perpisahan La Pulga alias Si Kutu –julukan Messi– bersama La Albiceleste –julukan timnas Argentina. Pertandingan tersebut akan menjadi penampilan ke-208 bagi peraih delapan Ballon d'Or tersebut.
“Kami ingin menjadikan momen laga ini sebagai perpisahan yang luar biasa baginya (Messi) sehingga dia benar-benar dapat menikmatinya,” kata gelandang Argentina, Enzo Fernandez, yang dikenal dekat dengan Messi seperti dilansir TyC Sports.
Baca Juga: Cara Merawat Karpet Mobil Kain dan Sintetis agar Bebas Bau Apek Selama Musim Hujan
Laga kali ini menjadi penampilan pertama Messi setelah kegagalan di final Piala Dunia 2026. Jika saat dikalahkan Spanyol 0-1 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, banjir air mata terjadi, laga kali ini pun diprediksi menghadirkan suasana emosional.
Para pemain muda di skuad Argentina pun merasa kehilangan sosok berusia 39 tahun yang tercatat sebagai top scorer sepanjang masa dengan 125 gol sekaligus pemilik caps terbanyak La Albiceleste tersebut.
“Kami ingin menari bersamanya untuk kali terakhir,” ucap Franco Mastantuono, pemain termuda (19 tahun) dalam skuad La Albiceleste saat ini sekaligus winger ACF Fiorentina.
“Aku tumbuh besar dengan menontonnya dan akan sangat menyedihkan ketika dia tidak lagi di timnas,” sahut winger Gianluca Prestianni. Pemain Argentina asal SL Benfica itu pernah viral karena gestur menutup mulut dalam kasus rasialisme dengan Vinicius Junior.
Argentina tidak bisa memensiunkan nomor punggung 10 setelah perpisahan Messi. Beberapa pemain pun disebut akan mewarisi nomor tersebut. Di antaranya Mastantuono, Thiago Almada, Alexis Mac Allister, dan Nico Paz.
Hanya Almada yang absen kali ini. Artinya, bagi Mastantuono, Mac Allister, dan Paz, laga ini bakal menjadi panggung istimewa sebagai calon suksesor nomor 10 Messi.
Baca Juga: Deretan Film Horor Netflix Rating Tertinggi, Dijamin Bikin Merinding!
“Aku memperhatikannya secara saksama di semua aspek. Mulai dari kesehariannya, latihannya, dan juga nutrisinya. Aku belajar banyak darinya,” ucap Paz tentang Messi seperti dikutip dari Todos Noticias.
Sayangnya, di balik perpisahan Messi, laga melawan Benin tidak dipersiapkan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dengan baik. Sama seperti Burkina Faso yang menjadi lawan Argentina sebelumnya (3/10), Benin harus menempuh penerbangan selama 25 jam dari Afrika ke Amerika Latin.
Selain itu, setibanya di Buenos Aires, penginapan yang digunakan sebanyak empat lantai tidak dilengkapi fasilitas air panas. Sauna juga tidak berfungsi. Begitu pula fasilitas gym yang hanya bisa digunakan untuk treadmill dan sepeda statis.
Meski begitu, dikutip dari surat kabar Clarin, pelatih Benin Gernot Rohr tidak ingin membiarkan Messi dan kawan-kawan merajalela dengan kemenangan besar. Burkina Faso sebelumnya dihajar tujuh gol tanpa balas.
“Meski kami sangat mencintai Messi, kami tidak bisa memberi hadiah kepadanya,” tegas Rohr. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran