KALTIMPOST.ID, LONDON - Gelandang serang Tottenham Hotspur, Xavi Simons, harus menepi dari lapangan hijau sejak April lalu untuk menjalani pemulihan cedera anterior cruciate ligament (ACL). Namun, di tengah proses rehabilitasi yang mengharuskannya jauh dari aktivitas sepak bola, pemain berusia 23 tahun itu memilih memanfaatkan waktu luangnya untuk menambah wawasan di bidang bisnis.
Simons mengikuti program pendidikan singkat di Harvard Business School, Cambridge, Amerika Serikat. Seperti dilansir The Football Faculty, dia diterima dalam program Crossover into Business yang dirancang khusus untuk membantu atlet profesional memahami dunia perdagangan, bisnis, serta kepemimpinan korporat.
Program tersebut menjadi kesempatan bagi Simons untuk mengembangkan kemampuan di luar lapangan. Selain fokus memulihkan kondisi fisiknya, dia ingin memahami aspek bisnis dalam industri sepak bola sekaligus memperluas pengetahuan melalui pengalaman belajar bersama para profesional dari berbagai sektor.
Baca Juga: Jatuh di Mandalika, Mario Terpuruk di Posisi 23
Bagi Simons, masa pemulihan cedera bukan sekadar periode untuk beristirahat dari kompetisi. Waktu tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi minat lain yang selama ini belum banyak mendapat perhatian karena padatnya aktivitas sebagai pesepak bola profesional.
“Selama masa pemulihan, saya berusaha menggunakan waktu saya sebaik mungkin. Saya selalu tertarik pada hal-hal yang lebih dari sekadar sepak bola. Saya ingin memahami sisi bisnis dari permainan ini dengan lebih baik, belajar dari orang-orang di berbagai industri, dan terus berkembang sebagai pribadi,” ujar Simons, seperti dilansir BBC Sport.
Langkah Simons menunjukkan bahwa pengembangan karier atlet tidak harus berhenti pada aktivitas di lapangan. Di tengah perjuangannya untuk kembali bermain, dia juga mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan yang dapat berguna bagi perjalanan kariernya, baik selama masih aktif bermain maupun setelah gantung sepatu. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : Jawa Pos Koran