Stade Hassan II, Stadion Terbesar di Dunia Segera Rampung

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:46 WIB
Stade Hassan II di Benslimane, Maroko, dirancang berkapasitas 115 ribu penonton dan ditargetkan rampung pada 2028 untuk menyambut Piala Dunia 2030. (OUALALOU+CHOI)
Stade Hassan II di Benslimane, Maroko, dirancang berkapasitas 115 ribu penonton dan ditargetkan rampung pada 2028 untuk menyambut Piala Dunia 2030. (OUALALOU+CHOI)

 

KALTIMPOST.ID, CASABLANCA – Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030, Maroko terus mematangkan persiapan, termasuk membangun stadion megah yang diproyeksikan menjadi salah satu venue utama turnamen tersebut. Proyek itu adalah Stade Hassan II, stadion berkapasitas 115 ribu penonton yang digadang-gadang menjadi stadion terbesar di dunia.

Kapasitas tersebut melampaui Stadion Rungrado 1st of May di Pyongyang, Korea Utara, yang selama ini dikenal sebagai salah satu stadion terbesar di dunia dengan kapasitas sekitar 114 ribu penonton. Jika rampung sesuai rencana, Stade Hassan II akan menjadi salah satu fasilitas olahraga paling besar dan mencolok di dunia.

Stadion ini berlokasi di Benslimane, sekitar 50 kilometer dari Casablanca. Pembangunannya ditargetkan selesai pada 2028, sehingga masih tersedia waktu untuk mempersiapkan fasilitas tersebut sebelum Piala Dunia 2030 digelar.

Baca Juga: ​Mana yang Lebih Butuh Saat Sakit, Vitamin C atau Vitamin D?

Perkembangan proyek mulai terlihat melalui video terbaru yang dirilis dari Maroko. Dalam rekaman tersebut, pembangunan struktur tribun penonton tampak semakin jelas. Bentuk bangunan yang besar mulai terlihat, meskipun pekerjaan konstruksi masih berlangsung.

“Struktur bangunan masih dalam tahap konstruksi, tetapi dimensinya mulai terlihat,” tulis media olahraga TyC Sports dalam laporannya.

Stade Hassan II dirancang oleh firma arsitektur Oualalou+Choi bersama Populous. Konsep desainnya terinspirasi dari moussem, tradisi pertemuan atau festival masyarakat Maroko yang kerap berlangsung dalam ruang terbuka dengan struktur menyerupai tenda.

Inspirasi tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk arsitektur stadion yang khas. Bagian atap dirancang menyerupai tenda Arab berukuran raksasa, dengan struktur aluminium yang menaungi area stadion dan membentang hingga ke bagian luar. Konsep ini diharapkan menghasilkan tampilan ikonik sekaligus memberikan perlindungan bagi penonton.

Baca Juga: Inflasi Pangan Balikpapan dan PPU Tembus 4,11 Persen, BI Siapkan 23 Kali Operasi Pasar

Selain kapasitasnya yang besar, desain Stade Hassan II menjadi salah satu daya tarik utama proyek tersebut. Stadion ini tidak hanya dipersiapkan sebagai tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga dirancang untuk memperkuat citra Maroko sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.

Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan bersama oleh Maroko, Spanyol, dan Portugal, dengan sejumlah pertandingan perayaan seratus tahun Piala Dunia juga direncanakan berlangsung di Amerika Selatan. Karena itu, pembangunan infrastruktur olahraga menjadi bagian penting dari persiapan negara-negara tuan rumah.

Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal, Stade Hassan II berpeluang menjadi salah satu stadion paling menonjol dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2030. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Stade Hassan II stadion terbesar dunia Oualalou+Choi piala dunia 2030 maroko