Barcelona Selangkah Lagi Pecahkan Rekor Madrid, El Clasico Jadi Penentu

Ery Supriyadi • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 05:15 WIB
Wide attacker Lamine Yamal mengawali kemenangan 5-2 FC Barcelona atas Real Betis dalam jornada kesembilan LALIGA di Estadio La Cartuja, Sevilla.
Wide attacker Lamine Yamal mengawali kemenangan 5-2 FC Barcelona atas Real Betis dalam jornada kesembilan LALIGA di Estadio La Cartuja, Sevilla.

 

KALTIMPOST.ID, SEVILLA – FC Barcelona berpeluang mencatatkan sejarah baru di LALIGA. Kemenangan 5-2 atas Real Betis di Estadio La Cartuja, Sevilla, Minggu (18/10), membuat Barca hanya berjarak satu kemenangan untuk melampaui rekor sembilan kemenangan beruntun pada awal musim milik Real Madrid pada 1968–1969.

Pencapaian itu bisa terasa lebih istimewa jika Barca mampu mengukirnya dengan mengalahkan pemilik rekor tersebut secara langsung dalam El Clasico di Camp Nou pekan depan, Minggu (25/10).

Meski demikian, entrenador Barca Hansi Flick menegaskan bahwa rekor kemenangan beruntun dalam sepuluh jornada awal bukanlah tujuan utama timnya.

Baca Juga: Tenggorokan Berdahak Ganggu Aktivitas? Ini 5 Pilihan Minuman Alami yang Ampuh Legakan Saluran Napas

“Rekor memang menyenangkan. Tetapi, kami ingin memenangkan gelar dan mencapai hal-hal yang lebih besar. Itulah alasan kami bermain sepak bola,” kata pelatih yang selalu mempersembahkan gelar LALIGA sejak menangani Barca dua musim lalu itu kepada Mundo Deportivo.

Kemenangan atas Betis diwarnai sejumlah kontroversi. Gol gelandang Betis Giovani Lo Celso yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-43 dianulir VAR (video assistant referee). Sebelumnya, bola lebih dahulu menyentuh lengan striker Cucho Hernandez. Heliopolitanos, julukan Betis, memprotes keputusan tersebut karena menilai sentuhan tangan itu terjadi tanpa unsur kesengajaan.

Kontroversi berlanjut ketika gelandang Facundo Bernal menerima kartu merah setelah terlibat keributan dengan pemain sayap Barca, Lamine Yamal. Insiden itu terjadi tidak lama setelah winger Betis Abde Ezzalzouli memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-53. Dalam laporan pertandingan, wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea menjelaskan alasan pengusiran Bernal pada menit ke-54.

“Pemain Facundo Bernal Cruz, nomor 6, diusir keluar lapangan dengan alasan berikut: dalam sebuah konfrontasi, pemain ini mencekik leher lawannya dan menanduknya dua kali berturut-turut di wajah, sementara bola sedang tidak dalam permainan,” demikian isi laporan wasit.

Laporan tersebut juga mencatat tindakan direktur teknik Real Betis, Manuel Fajardo Mateo, terhadap wasit keempat Alejandro Clemente Ortuno. Mateo diduga sengaja menendang bola di area wasit keempat hingga bola membentur kaki Ortuno dan menyebabkan cedera ringan.

Setelah menang di markas Betis, Barca akan menghadapi jadwal berat. Sebelum melakoni El Clasico, Raphinha dan kawan-kawan lebih dahulu bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Paris, pada Rabu (21/10). Laga tersebut mempertemukan dua tim besar dalam fase liga Liga Champions.

Baca Juga: ITK Dampingi Warga Mentari Village Olah Sampah Organik Jadi Eco-Enzyme

Menjelang dua pertandingan penting itu, Barca masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Dua gol Betis memperlihatkan celah di lini pertahanan. Kondisi tiga pemain belakang juga menjadi tanda tanya. Eric Garcia mengalami masalah pada paha kanan, Gerard Martín merasakan keluhan pada tumit, sedangkan Jules Kounde mengalami masalah pada pergelangan kaki.

Gelandang bertahan Rodri, yang mencetak gol pertamanya untuk Barca saat menghadapi Betis, tidak menampik adanya persoalan di lini belakang.
“Tim kembali menunjukkan potensi saat menyerang, tetapi kami cukup sering memberi lawan peluang. Di situlah kami perlu melakukan perbaikan,” tutur kapten timnas Spanyol tersebut, seperti dikutip Mundo Deportivo. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Hansi Flick liga champions el clasico real madrid barcelona