Tren positif yang diperlihatkan tim asuhan Pieter Huistra tersebut, tidak lepas dari perbaikan yang dilakukan di lini belakang. Fokus perbaikan terutama ada di lini belakang yang dilatih oleh asisten pelatih Demerson, dengan penekanan pada strategi bertahan dan transisi cepat, yang membuat kesulitan lawan menciptakan peluang.
Juga penampilan ciamik yang diperlihatkan Fajar Faturrahman sebagai palang pintu belakang Borneo FC Samarinda. Posisinya sebagai bek kanan bahkan tak tergantikan sejak musim lalu.
Pemain timnas U-22 tersebut memiliki peran vital menjaga pertahanan sekaligus membantu serangan Borneo FC selama ini. Sulit untuk bisa menggesernya.
“Ya, Alhamdulillah sejak musim lalu saya bisa bermain reguler di sisi kanan Borneo FC,” ujarnya seperti dilansir dari website LIB.
Menurutnya, penampilannya yang konsisten karena kerja kerasnya selama latihan. Nyaris, tak pernah absen dalam latihan dan terus meningkatkan skill dan fisiknya saat di lapangan.
“Untuk menjaga konsistensi, kuncinya ada pada latihan. Kita harus lebih ekstra di latihan agar terbiasa saat pertandingan,” ucapnya.
Sementara terkait, keberhasilan Borneo FC yang kini berada di puncak klasemen liga 1 setelah menang 1-0 atas Dewa United FC. Dia menilai hasil evaluasi tim pelatih memperlihatkan hasil yang signifikan.
Posisi Borneo FC kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 21 poin, sama dengan yang diraih Persebaya Surabaya. Hanya saja, tim asuhan Pieter Huistra unggul selisih gol.
“Bagian dari latihan kita pasca kekalahan dari Persis Solo, semua mendapat evaluasi dari lini belakang sampai depan. Khusus untuk di lini belakang kami fokus pada setiap menu latihan yang diberikan coach Demerson. Alhamdulillah, kami menuai hasil positif di pertandingan," ujarnya.
Editor : Uways Alqadrie