Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ditahan PSIS Semarang, Borneo FC Samarinda Mulai Lupa Caranya Menang

Oktavia Megaria • Jumat, 6 Desember 2024 | 21:00 WIB
Penyerang Borneo FC Samarinda Leo Gaucho dijaga ketat pemain PSIS Semarang di Stadion Batakan, Balikpapan, Jumat (6/12).
Penyerang Borneo FC Samarinda Leo Gaucho dijaga ketat pemain PSIS Semarang di Stadion Batakan, Balikpapan, Jumat (6/12).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Borneo FC Samarinda kembali gagal meraih kemenangan. Menjamu PSIS Semarang di Stadion Batakan, Balikpapan, Jumat (6/12), skuad berjuluk Pesut Etam dipaksa mengakhiri laga dengan skor kacamata.

Pelatih Borneo FC Samarinda Pieter Huistra mengatakan, pertandingan ini cukup sulit bagi mereka. Pasukannya kesusahan membongkar solidnya lini belakang lawan yang terorganisir dengan baik secara taktik.

“Saya pikir kami mempunyai banyak ball possession yang bagus. Tetapi memang sulit menciptakan gol, meski kami punya cukup peluang,” kata dia.

Hasil laga ini, sambungnya, menambah catatan buruk dari dua laga terakhir. Sebelumnya, Borneo FC  takluk 0-1 dari Persib Bandung (22/11) serta kalah 0-1 dari PSM Makassar pada derbi Batakan (2/12). Tentu saja ini merupakan problem terbesar dan harus diperbaiki secepat mungkin.

Di laga kontra PSIS, Pieter juga melakukan eksperimen. Di babak kedua, juru taktik asa Belanda itu lebih banyak memainkan gelandang bertahan. Bahkan, striker utamanya, Leo Gaucho diganti dengan bek tengah Diego Michiels. Sementara, posisi penyerang diisi Gabriel Furtado yang sejatinya berposisi sebagai stopper.

Menanggapi ini, Pieter mengaku punya alasan sederhana. Dia memang ingin memainkan Furtado sebagai seorang striker. Jadi, Diego masuk dan mengisi kekosongan di lini bertahan.

“Kami telah memasukkan Ezzi (Alfharezzi Buffon) dan Komang (Teguh). Jadi Diego adalah pemain bertahan. Tapi kami berharap dengan Furtado karena dia adalah header terbaik kami saat ini. Itu memang pertaruhan tapi, hanya 5 menit,” kata dia.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius mengaku puas dengan hasil ini. Ia bahkan yakin bahwa PSIS Semarang sejatinya berhak meraih tiga poin penuh. Dengan peluang yang lebih banyak dari tim lawan, bahkan beberapa kali hampir membobol gawang Borneo FC. “Pertandingan kali ini berjalan sangat bagus. Saya puas melihat permainan tim kami,” ucapnya.

Hasil seri ini membuat Borneo FC naik satu peringkat ke posisi empat klasemen sementara Liga 1 dengan 22 poin. Sementara PSIS di peringkat 13 dengan 14 angka. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#psis semarang #eksperimen #Catatan Buruk #borneo fc