Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bek PSM Makassar Yuran Fernandes Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola Indonesia Selama 12 Bulan

Doni Aditya Haryono • Sabtu, 10 Mei 2025 | 07:50 WIB

Komisi Displin PSSI menjatuhkan sanksi bagi bek PSM Makassar Yuran Fernandes.
Komisi Displin PSSI menjatuhkan sanksi bagi bek PSM Makassar Yuran Fernandes.

KALTIMPOST.ID - Bek tengah sekaligus kapten PSM Makassar Yuran Fernandes harus menerima sanksi berat buntut kritikan kerasnya terhadap sepak bola Indonesia. Unggahan story di akun Instagram-nya, setelah PSM menghadapi PSS Sleman, 3 Mei 2025 dinilai mendiskreditkan keputusan perangkat pertandingan.

Sanksi tersebut mulai berlaku saat tim berjuluk Juku Eka itu menghadapi Malut United FC di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga: Liga 1 Madura United vs Borneo FC; Pesut Etam Ingin Lanjutkan Konsistensi demi Empat Besar

Yuran Fernandes dianggap melanggar Pasal 59 Ayat 2 Kode Disiplin PSSI 2023 yang melarang pernyataan yang mendiskreditkan keputusan perangkat pertandingan atau institusi PSSI melalui media sosial maupun media massa.

Dalam unggahannya, Yuran menyebut sepak bola Indonesia sebagai "candaan" dan menyinggung soal korupsi serta kualitas kompetisi yang menurutnya tidak serius.

Meski kemudian Yuran menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf, Komite Disiplin tetap menjatuhkan sanksi berat berupa larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama setahun serta denda Rp 25 juta.

"Merujuk kepada Pasal 59 ayat 2 juncto Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Sdr. Yuran Fernandes Rocha Lopes dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola Indonesia selama 12 bulan sejak keputusan ini diterbitkan," begitu keputusan Komdis PSSI.

Baca Juga: Selekda U-20 Askab PSSI Kukar, Sajikan Laga Panas Tenggarong versus Loa Janan di Perempatinal

Manajemen PSM Makassar menyayangkan keputusan ini karena sanksi diumumkan setelah persiapan tim untuk menghadapi Malut United FC selesai digelar. Mereka menyatakan akan mengajukan banding atas sanksi tersebut dan mendukung penuh Yuran Fernandes dalam proses tersebut.

"PSM menyayangkan sanksi Yuran Fernandes yg baru disampaikan setelah persiapan melawan Malut United selesai digelar (Press conference & Official Training)," bunyi pernyataan PSM Makassar melalui akun X ofisial mereka.

Mengenai unggahannya yang memicu sanksi, Yuran Fernandes sudah melakukan klarifikasinya. Menurutnya, tidak ada maksud untuk mengerdilkan sepak bola Indonesia ke publik.

"Pernyataan yang saya sampaikan tersebut sepenuhnya ditujukan dalam konteks sepak bola. Ungkapan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung Indonesia sebuah negara," kata Yuran.

Yuran juga telah meminta maaf seraya menegaskan bahwa unggahan kontroversialnya di Instagram semata-mata karena bentuk kekecewaan terhadap kinerja wasit saat PSM menghadapi PSS Sleman pada pekan ke-31 BRI Liga 1.

Baca Juga: Ousmane Dembele Lewati Rekor Kylian Mbappe, PSG Menatap Gelar Pertama Liga Champions

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf dan meminta untuk tidak menyalahartikan unggahan saya ke dalam konteks yang lebih luas. Itu hanya murni merupakan bentuk kekecewaan pribadi saya terhadap situasi di lapangan, sekaligus cerminan dari rasa peduli dan harapan saya kepada PSSI dan LIB. Bahwa sepak bola Indonesia bisa berkembang dan menjadi lebih dari hari hari ini. Terima kasih”, ucap Yuran. (*) ⁩

Editor : Ery Supriyadi
#sanksi #Yuran Fernandes #komdis pssi #12 bulan #PSM MAKAKASSAR