KALTIMPOST.ID, Menjelang dua pertandingan terakhir Liga 1 2024/2025 dipastikan berjalan ketat. Terutama bagi klub yang sedang bertarung di zona degradasi maupun klub yang sedang berjuang untuk lolos ke zona Asia.
Ya, satu slot Asia tentu sudah menjadi Persib Bandung sebagai kampiun kompetisi musim ini. Kini tersisa satu kuota lagi yang sedang diperebutkan oleh Dewa United, Persebaya Surabaya, Malut United dan Borneo FC.
Secara perhitungan, Dewa United dan Persebaya Surabaya paling berpeluang finis sebagai runner-up musim ini. Namun dengan syarat, harus menyelesaikan musim dengan poin sempurna di dua match terakhir.
Menyikapi hal tersebut, kapten tim Bajul Ijo Bruno Moreira menegaskan timnya masih berjuang untuk tiket zona Asia. "Kami masih hidup dalam persaingan. Kami tahu dua pertandingan terakhir sangat pemting. Jadi, fokus kami hanya satu, menang," tegas Bruno.
Baca Juga: PSIS Semarang Jadi Tim Pertama yang Dipastikan Degradasi dari Liga 1
Namun, perjuangan Persebaya tidak akan mudah. Mereka baru saja melalui periode sulit dengan tiga hasil imbang beruntun, termasuk saat ditahan 1-1 oleh Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (11/5).
Dalam laga tersebut, Green Force bahkan tertinggal lebih dulu lewat gol Cornelius Stewart pada menit ke-35, sebelum Bruno Moreira menyamakan kedudukan di menit ke-65. "Kami sudah tiga kali berturut-turut seri. Lawan Persik Kediri, kami buang banyak peluang. Hari ini pun sama. Ini tidak bisa terus terjadi," ungkapnya.
Pertandingan melawan Semen Padang tidak hanya menegangkan di dalam lapangan, tetapi juga memanas di luar lapangan. Duel tersebut sempat ditunda akibat hujan deras yang mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo secara tiba-tiba. Meski begitu, pertandingan tetap berlanjut dalam intensitas tinggi.
Salah satu momen krusial terjadi di menit ke-84, ketika Dejan Tumbas sempat mencetak gol bagi Persebaya. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR memutuskan offside. Keputusan itu memicu reaksi keras dari bangku cadangan Persebaya, termasuk pelatih Paul Munster yang terlihat beradu argumen dengan staf pelatih Semen Padang, FX Yanuar.
Baca Juga: Bek PSM Makassar Yuran Fernandes Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola Indonesia Selama 12 Bulan
Keributan ini memaksa wasit Adham Mohammed Tumah Makhadmeh mengusir kedua pelatih keluar lapangan dengan kartu merah. Keputusan tersebut menjadi catatan disiplin kelima bagi Munster musim ini, setelah sebelumnya mengoleksi empat kartu kuning.
Kartu merah tersebut berdampak serius pada persiapan Persebaya jelang laga krusial kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5). Munster dipastikan absen mendampingi tim di laga tersebut. (*)
Editor : Muhammad Rizki