Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Borneo FC Samarinda “Curhat” ke Gubernur Kaltim, Siap-Siap Berkandang di Balikpapan

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 25 Juni 2025 | 21:38 WIB
Direktur Utama Borneo FC Ponaryo Astaman menyerahkan jersey kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud setelah audiensi membahas kondisi Stadion Segiri, Senin (23/6).
Direktur Utama Borneo FC Ponaryo Astaman menyerahkan jersey kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud setelah audiensi membahas kondisi Stadion Segiri, Senin (23/6).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Manajemen Borneo FC Samarinda menyampaikan kekhawatirannya terhadap kelayakan Stadion Segiri. Terutama soal pencahayaan lampu stadion yang belum sesuai kriteria.

Berdasarkan hasil pengukuran tingkat pencahayaan lampu lapangan Stadion Segiri, hanya berada di angka 900 lumen. Sementara kriteria minimal, harus 1.500 lumen. Dalam pertemuan resmi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Borneo FC menegaskan perlunya tindakan cepat sebelum Liga 1 2025–2026 bergulir.

Direktur Utama Borneo FC Ponaryo Astaman menyatakan, audiensi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk meminta kepastian mengenai proses serah terima aset Stadion Segiri dari Pemprov Kaltim. “Gubernur menyampaikan bahwa dokumen sudah lengkap dan serah terima akhir ditargetkan berlangsung pada Juli mendatang,” ujar Ponaryo, Senin (23/6/2025).

Meski aspek administrasi sudah hampir rampung, masalah utama justru terletak pada aspek teknis, yakni penerangan lapangan pertandingan (field of play/FOP). Kondisi pencahayaan saat ini dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1.

“Lampu stadion belum mencapai standar minimum yang disyaratkan liga. Kami ingin tahu apakah pemerintah provinsi punya rencana konkret untuk menanganinya,” lanjutnya.

Jika persoalan ini tidak terselesaikan sebelum kompetisi dimulai Agustus nanti, Borneo FC membuka opsi untuk kembali menggunakan Stadion Batakan, Balikpapan, yang fasilitasnya dianggap lebih memadai.

“Kami bisa main (di Stadion Segiri) sore hari. Tapi jika tidak memungkinkan, kami siap pindah homebase ke Balikpapan karena Batakan sudah layak secara teknis,” kata Ponaryo.

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan pengelolaan Stadion Segiri. Meskipun stadion tersebut merupakan aset milik provinsi, keterlibatan Pemerintah Kota Samarinda dalam pengelolaannya turut menciptakan kebingungan dalam pembagian kewenangan.

“Harus ada kejelasan antara pemprov dan pemkot agar tidak tumpang tindih. Jika tanggung jawab jelas, solusi teknis pun bisa diputuskan dengan lebih cepat,” jelasnya.

Stadion Segiri, yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, selama ini menjadi markas utama Pesut Etam. Namun, jika pencahayaan lampu stadion  tidak segera diperbaiki, musim mendatang besar kemungkinan Borneo FC kembali menjadi musafir. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#stadion segiri #Rudy Masud #liga 1 #Borneo FC Samarinda #musafir